Padukan Ludruk Karawitan Ruwat Rawat Hidupkan Kembali Seni Tradisional di Eks-Lokalisasi Dolly

METROTODAY, SURABAYA – Pasar Burung eks-Lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, dipadati warga saat digelarnya puncak Pekan Budaya Ruwat Rawat. Festival seni urban ini merupakan kolaborasi antara Universitas Kristen (UK) Petra dan Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya, bertujuan menghidupkan kembali potensi seni dan budaya lokal kawasan tersebut.

Mengusung tema ruwat rawat Inovasi pertunjukan ludruk karawitan berbasis film dokumenter, video mapping, dan kreasi batik sebagai model festival seni urban di Kampung Eks-Lokalisasi Dolly, kegiatan ini menyajikan perpaduan kesenian tradisional dengan teknologi visual modern. Program inovasi seni ini sepenuhnya didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

PISN dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Putat Jaya, mulai dari pembentukan karakter generasi muda, pelestarian budaya lokal, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Ketua Tim dan dosen DKV UK Petra, Dr. Aniendya Christianna, menjelaskan kegiatan ini bermula dari penelusuran kembali jejak budaya yang pernah hidup di kawasan Dolly, seperti seniman ludruk dan karawitan yang terdokumentasi dalam album foto lama.

“Sayangnya, belum banyak anak muda yang tergerak melestarikannya. Oleh karena itu, kami berinisiatif melakukan pembibitan generasi muda melalui pelatihan hingga festival seni agar potensi positif di Dolly ini tidak punah,” jelas Aniendya, Senin (31/8).

Ia menambahkan, program ini juga diharapkan mengubah stigma kawasan sekaligus membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

“Ini adalah bentuk capacity building yang bersinergi antara aspek budaya dan ekonomi sirkuler. Harapan kami, publik lebih mengenal Dolly sebagai wilayah berpotensi positif dan kreatif. Karang Taruna adalah mitra strategis yang kami yakini mampu menerima tongkat estafet pelestarian budaya ini,” ujarnya.

METROTODAY, SURABAYA – Pasar Burung eks-Lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, dipadati warga saat digelarnya puncak Pekan Budaya Ruwat Rawat. Festival seni urban ini merupakan kolaborasi antara Universitas Kristen (UK) Petra dan Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya, bertujuan menghidupkan kembali potensi seni dan budaya lokal kawasan tersebut.

Mengusung tema ruwat rawat Inovasi pertunjukan ludruk karawitan berbasis film dokumenter, video mapping, dan kreasi batik sebagai model festival seni urban di Kampung Eks-Lokalisasi Dolly, kegiatan ini menyajikan perpaduan kesenian tradisional dengan teknologi visual modern. Program inovasi seni ini sepenuhnya didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

PISN dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Putat Jaya, mulai dari pembentukan karakter generasi muda, pelestarian budaya lokal, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Ketua Tim dan dosen DKV UK Petra, Dr. Aniendya Christianna, menjelaskan kegiatan ini bermula dari penelusuran kembali jejak budaya yang pernah hidup di kawasan Dolly, seperti seniman ludruk dan karawitan yang terdokumentasi dalam album foto lama.

“Sayangnya, belum banyak anak muda yang tergerak melestarikannya. Oleh karena itu, kami berinisiatif melakukan pembibitan generasi muda melalui pelatihan hingga festival seni agar potensi positif di Dolly ini tidak punah,” jelas Aniendya, Senin (31/8).

Ia menambahkan, program ini juga diharapkan mengubah stigma kawasan sekaligus membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

“Ini adalah bentuk capacity building yang bersinergi antara aspek budaya dan ekonomi sirkuler. Harapan kami, publik lebih mengenal Dolly sebagai wilayah berpotensi positif dan kreatif. Karang Taruna adalah mitra strategis yang kami yakini mampu menerima tongkat estafet pelestarian budaya ini,” ujarnya.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait