Lapangan Padel di Dharmahusada Indah Surabaya Dikeluhkan Warga, Rumah Rusak dan Jam Istirahat Terganggu

“Kebisingan ini sudah berlangsung hampir setahun. Aktivitas di sana dimulai pagi sampai pukul 10 malam, itu sangat mengganggu jam istirahat kami sebagai warga yang tinggal bersebelahan langsung,” ungkap Felicia, Selasa (2/6).

Karena merasa terus terganggu, warga telah berupaya menyampaikan keluhan ini kepada pihak pengelola lapangan padel, pihak kelurahan, hingga tingkat kecamatan setempat.

Bahkan, mediasi pun sudah pernah dilakukan dengan keterlibatan Satpol PP Kota Surabaya.

Hasil pertemuan kala itu, pihak pengelola berjanji akan membuat peredam suara agar kebisingan tidak lagi terdengar hingga ke pemukiman. Namun hingga kini, keluhan warga belum sepenuhnya tuntas.

Merespons kondisi yang belum membaik ini, kuasa hukum dari Felicia Kartika, Raja Arva Rizky Reswara, menyatakan akan segera menemui pihak pengelola.

Ia pun mengancam akan mengirimkan surat somasi jika tidak ada langkah nyata yang diambil.

Selain itu, laporan resmi ke dinas terkait juga disiapkan agar persoalan ini segera mendapat penyelesaian yang jelas dan adil.

“Kami akan menemui pihak pengelola, dan jika tidak ada respon baik, kami akan kirimkan somasi. Langkah hukum dan laporan ke dinas terkait akan kami tempuh agar keluhan warga ini benar-benar diselesaikan, bukan hanya janji semata,” tegas Raja Arva Rizky Reswara.

Selain masalah suara yang mengganggu kenyamanan, keberadaan lapangan padel ini ternyata juga berdampak fisik pada bangunan warga. Beberapa rumah di sekitar diketahui mengalami kerusakan yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas di lapangan tersebut.

Menanggapi berbagai keluhan yang masuk, pihak pengelola lapangan padel akhirnya angkat bicara dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang merasa dirugikan.

Saat ini, pihak pengelola mengaku sedang dalam proses pembuatan dan pemasangan peredam suara di sekeliling area lapangan guna meredam kebisingan dan memenuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama warga dan pemerintah setempat. (ahm)

“Kebisingan ini sudah berlangsung hampir setahun. Aktivitas di sana dimulai pagi sampai pukul 10 malam, itu sangat mengganggu jam istirahat kami sebagai warga yang tinggal bersebelahan langsung,” ungkap Felicia, Selasa (2/6).

Karena merasa terus terganggu, warga telah berupaya menyampaikan keluhan ini kepada pihak pengelola lapangan padel, pihak kelurahan, hingga tingkat kecamatan setempat.

Bahkan, mediasi pun sudah pernah dilakukan dengan keterlibatan Satpol PP Kota Surabaya.

Hasil pertemuan kala itu, pihak pengelola berjanji akan membuat peredam suara agar kebisingan tidak lagi terdengar hingga ke pemukiman. Namun hingga kini, keluhan warga belum sepenuhnya tuntas.

Merespons kondisi yang belum membaik ini, kuasa hukum dari Felicia Kartika, Raja Arva Rizky Reswara, menyatakan akan segera menemui pihak pengelola.

Ia pun mengancam akan mengirimkan surat somasi jika tidak ada langkah nyata yang diambil.

Selain itu, laporan resmi ke dinas terkait juga disiapkan agar persoalan ini segera mendapat penyelesaian yang jelas dan adil.

“Kami akan menemui pihak pengelola, dan jika tidak ada respon baik, kami akan kirimkan somasi. Langkah hukum dan laporan ke dinas terkait akan kami tempuh agar keluhan warga ini benar-benar diselesaikan, bukan hanya janji semata,” tegas Raja Arva Rizky Reswara.

Selain masalah suara yang mengganggu kenyamanan, keberadaan lapangan padel ini ternyata juga berdampak fisik pada bangunan warga. Beberapa rumah di sekitar diketahui mengalami kerusakan yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas di lapangan tersebut.

Menanggapi berbagai keluhan yang masuk, pihak pengelola lapangan padel akhirnya angkat bicara dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang merasa dirugikan.

Saat ini, pihak pengelola mengaku sedang dalam proses pembuatan dan pemasangan peredam suara di sekeliling area lapangan guna meredam kebisingan dan memenuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama warga dan pemerintah setempat. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait