Categories: Surabaya

Surabaya Siap Antisipasi Gelombang Urbanisasi Pasca Mudik Lebaran

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak warga memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kewaspadaan lingkungan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Dipastikan gelombang urbanisasi masuk ke Kota Surabaya akan terjadi pada minggu depan seiring dengan mulai aktifnya pekerja dan anak sekolah.

Oleh karena itu, Eri menekankan pentingnya menjaga ketertiban kota, terutama dalam mengantisipasi arus urbanisasi setelah momentum mudik Lebaran.

Pemkot juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.12.2/7333/436.7.11/2026 tentang Antisipasi dan Pengendalian Mobilisasi Penduduk Setelah Libur Hari Raya Idulfitri Tahun 2026/1447 H.

SE tersebut diterbitkan dalam rangka mengantisipasi dan mengendalikan mobilisasi penduduk dari luar Kota Surabaya pasca Lebaran 2026.

“Pasca lebaran, kuatkan tali silaturahmi, tingkatkan wilayahnya, penjagaannya, karena kita harus menjaga Surabaya dari urbanisasi,” ujar Eri, Kamis (26/3).

Selain itu, ia juga meminta peran aktif RT/RW untuk memastikan setiap pendatang yang masuk ke Surabaya memiliki identitas yang jelas serta tujuan yang pasti, termasuk pekerjaan.

Menurutnya, pendataan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial dan tertib administrasi kependudukan.

“Maka saya mohon kepada RT/RW, kalau ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dilihat, dipastikan, dia memiliki pekerjaan atau tidak, dan dipastikan bahwa KTP-nya harus lapor,” ujarnya.

Karenanya, Eri kembali menekankan bahwa setiap pendatang, termasuk mereka yang tinggal di rumah indekos wajib melapor. Pendataan tersebut harus diperkuat oleh RT/RW agar mobilitas penduduk tetap terkontrol.

“Karena kan kalau kos tidak memiliki KTP Surabaya, tapi melaporkan dirinya. Dan ini harus dikuatkan oleh RT/RW, agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi,” tegasnya.

Selain menangani isu urbanisasi, Eri juga mengajak masyarakat memaknai bulan Syawal sebagai momentum memperkuat nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan, tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari.

“Jadi di bulan Syawal ini, kita punya semangat untuk saling memaafkan. Saling memaafkan tidak hanya di dalam lisan saja, tapi dalam setiap tingkah dan perbuatan,” pesannya.

Ia menuturkan bahwa ibadah puasa selama Ramadan sejatinya melatih pengendalian diri, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diterapkan setelah Ramadan berakhir.

“Maka setelah bulan Ramadan, masuk di Syawal ini, mari kita punya semangat yang berlipat untuk menjalankan apa yang sudah kita latih di Ramadan untuk kita jalankan di bulan Syawal ini,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Satu Data Kesehatan di Surabaya Hubungkan 69 Rumah Sakit untuk Layanan Lebih Cepat dan Tepat

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong terwujudnya integrasi layanan kesehatan melalui sistem Satu Data Kesehatan…

43 minutes ago

34.457 Jemaah Haji Tiba di Surabaya, 23 Masih Dirawat di Arab Saudi, Proses Kepulangan Ditarget Rampung 1 Juli

Sebanyak 34.457 jemaah haji telah tiba di tanah air melalui Debarkasi Surabaya. Proses kepulangan yang…

49 minutes ago

Pendaftaran SD Rampung, SPMB SMP Surabaya Masuk Tahap Afirmasi dan Mutasi

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya secara resmi telah menuntaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang…

53 minutes ago

Kemenangan di Laga Terakhir Lawan Amerika Tak Bantu Kelolosan Turki ke Fase Gugur

Amerika Serikat menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kekalahan dramatis 2-3 dari Turki dalam…

3 hours ago

Sama-sama Tak Mau Kalah, Bola Bingung Mau Dibawa ke Australia atau Paraguay

Paraguay dan Australia menutup perjuangan mereka di Grup D Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang…

4 hours ago

Duka di Tengah Misi Juara, Didier Deschamps Tinggalkan Kamp Prancis Jelang Duel Kontra Norwegia

Timnas Prancis harus menghadapi laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 melawan Norwegia tanpa kehadiran…

5 hours ago

This website uses cookies.