Ribuan galon air zamzam tiba di gudang penyimpanan Asrama Haji Surabaya. Nantinya akan ada 11 kali penerbangan untuk mengangkut air zamzam dari Jeddah ke Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Air zamzam untuk jemaah haji Embarkasi Surabaya mulai berdatangan secara bertahap. Gelombang kedatangan perdana yang berjumlah 8.000 kardus telah tiba di Asrama Haji Surabaya.
Pengiriman ini diangkut oleh pesawat milik maskapai Saudi Arabia Airlines yang langsung terbang dari Bandara Internasional Raja Abdulaziz, Jeddah.
Secara keseluruhan, diperkirakan akan ada lebih dari 11 kali penerbangan khusus pengiriman air Zamzam yang dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 18 Mei mendatang.
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa proses pengiriman ini baru saja dimulai dan akan terus berlanjut sesuai jadwal.
Setiap penerbangan rata-rata mampu membawa sekitar 4.000 botol zamzam. Ia memastikan bahwa seluruh pasokan akan lengkap dan siap didistribusikan sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Hari ini sudah tiba sebanyak 8.000 botol dan selanjutnya akan terus berdatangan secara bertahap. Ada sekitar 11 kali penerbangan yang membawa pasokan ini, dengan rata-rata 4.000 botol per penerbangan. Insyaallah paling lambat tanggal 18 Mei nanti distribusi sudah lengkap dan sesuai dengan kuota jemaah Embarkasi Surabaya,” ungkap Yusuf, Minggu (10/5).
Yusuf menegaskan bahwa jumlah air zamzam yang dikirimkan telah disesuaikan secara cermat dengan total kuota keberangkatan tahun ini.
Pasokan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan 44.080 orang, yang terdiri dari gabungan jemaah dan petugas haji yang berasal dari wilayah Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara Timur.
Menjawab pertanyaan mengenai hak jemaah yang batal atau menunda keberangkatan, Yusuf menjelaskan bahwa jatah air zamzam hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
Namun, terdapat pengecualian khusus bagi jemaah yang sudah berangkat namun meninggal dunia saat melaksanakan ibadah.
“Terkait jemaah yang menunda atau batal berangkat, pastinya kami tidak menyiapkan jatah air Zamzamnya. Namun, berbeda halnya jika jemaah sudah berangkat ke Tanah Suci, lalu kemudian meninggal dunia di Madinah maupun di Mekkah, maka jatah air Zamzamnya tetap akan kami siapkan dan berikan kepada ahli warisnya di sini,” jelasnya.
Pembagian air Zamzam kepada jemaah baru akan dilakukan saat mereka kembali ke tanah air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Nantinya, saat jemaah keluar dari ruang kedatangan dan mengambil barang bawaan mereka, air Zamzam tersebut sudah siap diserahkan dan dibawa pulang bersamaan dengan koper masing-masing.
Untuk menjamin keamanan dan kebersihan selama penyimpanan, air Zamzam disimpan di gudang khusus yang berlokasi di Gedung A di lingkungan Asrama Haji. Lokasi ini difasilitasi oleh pihak PPIH dan dipersiapkan secara khusus agar terjamin kebersihannya.
“Gudang penyimpanan ini memang difasilitasi oleh PPIH. Tahun ini lokasinya ada di Gedung A yang dikhususkan untuk penempatan air zamzam. Tempat ini sudah steril. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana, aksesnya hanya terbatas bagi kami dari pihak maskapai dan petugas berwenang dari PPIH saja,” tegasnya.
Secara teknis, pengiriman air zamzam dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan gelombang kedua keberangkatan jemaah.
Pesawat yang bertugas mengantar jemaah dari Surabaya ke Jeddah, saat kembali ke Surabaya dalam keadaan kosong tanpa mengangkut penumpang, maka ruang muatnya dimanfaatkan secara maksimal untuk mengangkut pasokan air suci tersebut.
“Jadi pesawat berangkat dari Surabaya mengantar jemaah ke Jeddah. Nah, saat pesawat kembali ke Surabaya dalam keadaan kosong atau tidak ada penumpang, di situlah kami memuat dan mengirimkan air Zamzam ke sini,” paparnya.
Kedatangan pasokan air Zamzam ini dijadwalkan akan berlangsung bertahap pada tanggal 8, 11, 12, 13, 14, hingga mencapai titik puncak pada 18 Mei mendatang. Jadwal kedatangan tersebut disesuaikan dengan kapasitas muatan yang mampu dibawa oleh setiap pesawat.
Sementara itu, terkait volume atau ukuran jatah yang diterima, Yusuf menyebutkan tidak ada perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap jemaah tetap berhak mendapatkan jatah sebesar 5 liter air zamzam yang asli dari sumbernya. (ahm)
Pemkab Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Beasiswa Pemkab Sidoarjo Tahun…
Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, menyatakan dukungannya terhadap…
AS, pendiri dan pengasuh di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, diketahui tega…
Peristiwa penganiayaan terjadi di kawasan perumahan Pakuwon City, Surabaya. Sepasang suami istri, Glenn, 27, dan…
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menggandeng Polri dan Kejaksaan untuk memperkuat sinergi penegakan hukum…
This website uses cookies.