Mensos RI Syaifullah Yusuf saat berkunjung di Surabaya. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Dunia pesantren kembali diguncang oleh kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengasuh yang tidak bertanggung jawab.
AS, pendiri dan pengasuh di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, diketahui tega mencabuli hingga menghamili sejumlah santriwatinya yang masih di bawah umur.
Aksi bejat ini memicu kemarahan publik dan reaksi keras dari berbagai pihak. Termasuk Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf yang secara tegas mengutuk tindakan predator anak tersebut.
“Kita kutuk keras pelaku. Kita kecewa, sangat kecewa. Untuk pelakunya, harus kita kawal supaya ada hukuman yang paling berat, seperti hukuman seumur hidup,” tegas Mensos di Surabaya, Minggu (10/5).
Gus Ipul –sapaan akrabnya– juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pendampingan psikologis bagi para korban, terutama santriwati yang dihamili oleh pelaku.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim dari Sentra PATI untuk berkoordinasi dengan kepolisian guna mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Santri-santrinya sudah kita perhatikan, kalau nanti lembaganya ditutup, mungkin akan dipindahkan ke pusat yang lain. Kita harus memikirkan korban dengan baik,” tuturnya.
Page: 1 2
Sebanyak 19 jemaah haji Debarkasi Surabaya masih belum dapat pulang ke Indonesia karena harus menjalani…
Memasuki masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya mengeluarkan imbauan…
etelah sempat dianggap menutup kisahnya dengan manis lewat Toy Story 4, Pixar kembali membuka kotak…
Timnas Brasil memamerkan status mereka sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026 setelah membekap…
Timnas Maroko harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya memulangkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga…
Swiss menutup fase grup Piala Dunia dengan senyum lebar setelah menaklukkan tuan rumah Kanada 2-1…
This website uses cookies.