Dirjen Risbang Kemdiktisaintek RI Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng saat mengunjungi STP ITS dan meninjau berbagai inovasi karya peneliti ITS. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Dr. Mohammad Fauzan Adziman ST MEng, memberikan dukungan penuh terhadap berbagai karya inovasi unggulan karya akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Dukungan tersebut disampaikan langsung usai Fauzan meninjau kesiapan produk riset ITS yang dinilai solutif dalam menjawab tantangan nasional, khususnya terkait isu kelangkaan sumber energi dan ketergantungan pada elpiji.
Dalam kunjungannya, Fauzan menginstruksikan agar hasil penelitian ini segera menembus pasar komersial.
Dua inovasi yang mencuri perhatian adalah kompor plasma dan kendaraan bermotor listrik.
Berbeda dengan kompor induksi biasa, kompor plasma karya peneliti ITS menggunakan sistem filamen yang menghasilkan panas layaknya api sungguhan.
Teknologi ini diproyeksikan mampu menekan beban subsidi energi negara secara signifikan.
“Dampaknya, subsidi energi yang jumlahnya sangat besar itu dapat ditekan secara signifikan dan nantinya bisa dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif,” ujar Fauzan Adziman saat ditemui di lokasi, Jumat (8/5).
Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FORDA LKSA) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan 1.000 Yatim Camp…
Sebanyak 105 anak mengikuti kegiatan bakti sosial Khitan Bahagia yang digelar di Kantor Desa Sedenganmijen,…
BRI menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan dan mempermudah aksesibilitas bagi para nasabah. Buka kantor…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Bersama BPJS Ketenagakerjaan, diluncurkan Gerakan Sadar…
Sepak bola punya cara paling kejam untuk meruntuhkan kesombongan sebuah tim. Datang dengan status mentereng…
Absennya Neymar Junior dalam dua laga awal Brasil di Piala Dunia 2026 memunculkan tanda tanya…
This website uses cookies.