Di tengah acara, Sekjen Diktisaintek juga berdialog secara langsung lewat sambungan daring dengan sejumlah alumni yang kini menempuh pendidikan atau berkarier di Taiwan, Tiongkok, hingga wilayah Papua.
Prof. Badri mengapresiasi model pembinaan yang diterapkan AMN Surabaya, yang memadukan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Pelepasan lulusan perdana ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara pendidikan akademik perguruan tinggi dan pembinaan karakter keberagaman dapat melahirkan SDM yang unggul dan berdaya saing global. Keberadaan alumni kita yang kini berkarier di dalam hingga luar negeri menunjukkan bahwa lulusan AMN siap bersaing di tingkat dunia tanpa kehilangan identitas kebangsaannya,” ungkap Prof. Badri.
Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) RI, Komjen. Pol. (Purn.) Imam Sugianto, juga melantik kepengurusan Ikatan Alumni AMN Surabaya. Wadah ini diharapkan menjadi jembatan agar para lulusan tetap terhubung, berkolaborasi, dan menebar manfaat di daerah masing‑masing.
Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan Sertifikat Pembinaan secara resmi dari keempat perguruan tinggi mitra, yang melambangkan komitmen bersama dalam mencetak lulusan berprestasi dan berkarakter.
Rangkaian acara kemudian diwarnai dengan kesan dan pesan haru dari perwakilan alumni, yang berbagi cerita tentang pengalaman hidup berdampingan, belajar, dan tumbuh bersama di lingkungan asrama yang penuh nilai persaudaraan.
Rapat terbuka Senat AMN Surabaya, menandai berakhirnya satu babak sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdi dan berkarya bagi bangsa. (ahm)
Di tengah acara, Sekjen Diktisaintek juga berdialog secara langsung lewat sambungan daring dengan sejumlah alumni yang kini menempuh pendidikan atau berkarier di Taiwan, Tiongkok, hingga wilayah Papua.
Prof. Badri mengapresiasi model pembinaan yang diterapkan AMN Surabaya, yang memadukan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Pelepasan lulusan perdana ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara pendidikan akademik perguruan tinggi dan pembinaan karakter keberagaman dapat melahirkan SDM yang unggul dan berdaya saing global. Keberadaan alumni kita yang kini berkarier di dalam hingga luar negeri menunjukkan bahwa lulusan AMN siap bersaing di tingkat dunia tanpa kehilangan identitas kebangsaannya,” ungkap Prof. Badri.
Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) RI, Komjen. Pol. (Purn.) Imam Sugianto, juga melantik kepengurusan Ikatan Alumni AMN Surabaya. Wadah ini diharapkan menjadi jembatan agar para lulusan tetap terhubung, berkolaborasi, dan menebar manfaat di daerah masing‑masing.
Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan Sertifikat Pembinaan secara resmi dari keempat perguruan tinggi mitra, yang melambangkan komitmen bersama dalam mencetak lulusan berprestasi dan berkarakter.
Rangkaian acara kemudian diwarnai dengan kesan dan pesan haru dari perwakilan alumni, yang berbagi cerita tentang pengalaman hidup berdampingan, belajar, dan tumbuh bersama di lingkungan asrama yang penuh nilai persaudaraan.
Rapat terbuka Senat AMN Surabaya, menandai berakhirnya satu babak sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdi dan berkarya bagi bangsa. (ahm)