METROTODAY, SURABAYA – Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa, terus berlangsung hingga Minggu (2/8). Hingga perkembangan terkini, sekitar 250 penumpang telah berhasil dipindahkan ke kapal penyelamat, sementara sekitar 40 orang lainnya masih menunggu proses evakuasi. Kapal yang melayani rute Surabaya Makassar itu dilaporkan masih menyisakan titik api meski intensitasnya telah mereda.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memindahkan penumpang dari kapal yang terbakar ke kapal-kapal penolong di sekitar lokasi, sebelum dialihkan ke kapal berkapasitas lebih besar.
“Prosesnya sama seperti sebelumnya. Dari sekitar 250 penumpang yang sudah dievakuasi, dilakukan transfer dari kapal penolong menuju kapal yang lebih besar. Saat ini masih tersisa sekitar 40 orang yang akan dievakuasi dengan mekanisme yang sama,” kata Nanang.
Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, api masih terlihat di beberapa bagian kapal namun tidak sekuat saat awal kejadian. Kondisi cuaca dan perairan saat ini masih mendukung operasi, dengan tinggi gelombang 1,5–2 meter dan kecepatan angin sekitar 17 knot. Basarnas berharap seluruh penumpang dapat dievakuasi sepenuhnya sebelum hari gelap.
“Update terakhir dari tim di lapangan, api memang masih ada di beberapa titik, tetapi tidak seperti kondisi awal. Kondisi perairan saat ini masih memungkinkan untuk proses evakuasi. Harapan kami seluruh penumpang bisa dievakuasi sebelum kondisi gelap,” tegasnya.
Operasi penyelamatan melibatkan unsur gabungan: personel SAR di atas KMP Hermadi, kapal-kapal TNI Angkatan Laut, serta armada pelayaran dan SAR laut lainnya. Sementara itu, posko darurat telah disiapkan di Dermaga II Pelabuhan Kalianget lengkap dengan tim medis dan ambulans guna memeriksa kesehatan para penumpang yang berhasil dievakuasi.
Nanang menambahkan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan saat ini. Fokus utama pihaknya saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal.
“Kami menerima informasi kapal sudah dalam kondisi terbakar ketika laporan masuk. Untuk sumber api dan penyebab kebakaran masih belum diketahui dan akan ditangani oleh tim yang berwenang melakukan investigasi,” jelasnya.
Basarnas memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk mempercepat evakuasi guna mencegah jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut. (ahm)

