Forum Rois Syuriyah PCNU se-Jatim Usulkan Muktamar ke-35 Digelar di Lirboyo

Pertemuan ini menjadi sangat prestisius karena dihadiri oleh jajaran ulama kharismatik dan pimpinan tertinggi NU, di antaranya KH Muhammad Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo), KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH An’im Falahuddin, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU) dan Amin Said Husni (Ketua PBNU).

Kehadiran Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, dalam forum tersebut memberikan sinyal bahwa aspirasi dari para Rois Syuriyah di basis terkuat NU ini (Jawa Timur) akan menjadi pertimbangan serius dalam menentukan arah organisasi ke depan.

5 Rekomendasi Strategis ke PBNU

Selain usulan lokasi, forum yang dihadiri oleh para kiai sepuh dan pengurus dari berbagai wilayah (termasuk perwakilan dari Jawa Tengah, DIY, hingga Kalimantan Barat) ini merumuskan lima poin rekomendasi penting yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Antara lain:

  1. Integritas Pelaksanaan: Meminta agar Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 dilaksanakan secara baik, bersih, transparan, serta patuh sepenuhnya pada AD/ART organisasi.
  2. Rapat Pleno: Mendesak PBNU untuk segera menggelar rapat pleno sebelum melangkah ke agenda Munas dan Konbes.
  3. Libatkan Mustasyar: Meminta PBNU melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar dalam setiap pengambilan keputusan strategis sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh.
  4. Kembali ke Pesantren: Menyarankan lokasi Muktamar di lingkungan pesantren untuk menjaga tradisi.
  5. Tuan Rumah PP Lirboyo: Mengusulkan secara spesifik Ponpes Lirboyo sebagai lokasi muktamar mengingat sejarah panjang pengabdiannya kepada NU.

Pertemuan ini menjadi sangat prestisius karena dihadiri oleh jajaran ulama kharismatik dan pimpinan tertinggi NU, di antaranya KH Muhammad Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo), KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH An’im Falahuddin, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU) dan Amin Said Husni (Ketua PBNU).

Kehadiran Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, dalam forum tersebut memberikan sinyal bahwa aspirasi dari para Rois Syuriyah di basis terkuat NU ini (Jawa Timur) akan menjadi pertimbangan serius dalam menentukan arah organisasi ke depan.

5 Rekomendasi Strategis ke PBNU

Selain usulan lokasi, forum yang dihadiri oleh para kiai sepuh dan pengurus dari berbagai wilayah (termasuk perwakilan dari Jawa Tengah, DIY, hingga Kalimantan Barat) ini merumuskan lima poin rekomendasi penting yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Antara lain:

  1. Integritas Pelaksanaan: Meminta agar Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 dilaksanakan secara baik, bersih, transparan, serta patuh sepenuhnya pada AD/ART organisasi.
  2. Rapat Pleno: Mendesak PBNU untuk segera menggelar rapat pleno sebelum melangkah ke agenda Munas dan Konbes.
  3. Libatkan Mustasyar: Meminta PBNU melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar dalam setiap pengambilan keputusan strategis sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh.
  4. Kembali ke Pesantren: Menyarankan lokasi Muktamar di lingkungan pesantren untuk menjaga tradisi.
  5. Tuan Rumah PP Lirboyo: Mengusulkan secara spesifik Ponpes Lirboyo sebagai lokasi muktamar mengingat sejarah panjang pengabdiannya kepada NU.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait