Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan Perbaikan Rutilahu di Surabaya Capai 4.000 Unit

METROTODAY, SURABAYA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Langkah Pemkot dinilai berhasil menggerakkan ekosistem perumahan sekaligus ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Maruarar langsung melakukan peninjauan ke lokasi calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir.

Menurutnya, alokasi bantuan perumahan di Jawa Timur tahun ini meningkat sangat signifikan, dari sebelumnya hanya 3.000 unit menjadi 33.000 unit. Dan Surabaya menjadi lokomotif utama keberhasilan program ini.

“Di Surabaya ini paling besar. Kami tidak hanya bicara soal rumah yang bocor atau WC mampet, tapi bagaimana ekonomi keluarga terangkat. Kami masukkan program KUR Perumahan melalui Bank BTN dan PNM Mekaar. Bunganya sangat murah, hanya sekitar 0,5 persen per bulan agar tidak ada lagi rentenir,” ujar Maruarar, Senin (4/5).

Menteri Maruarar juga menyoroti efek berganda (multiplier effect) yang diciptakan dari program perbaikan rumah ini.

METROTODAY, SURABAYA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Langkah Pemkot dinilai berhasil menggerakkan ekosistem perumahan sekaligus ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Maruarar langsung melakukan peninjauan ke lokasi calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir.

Menurutnya, alokasi bantuan perumahan di Jawa Timur tahun ini meningkat sangat signifikan, dari sebelumnya hanya 3.000 unit menjadi 33.000 unit. Dan Surabaya menjadi lokomotif utama keberhasilan program ini.

“Di Surabaya ini paling besar. Kami tidak hanya bicara soal rumah yang bocor atau WC mampet, tapi bagaimana ekonomi keluarga terangkat. Kami masukkan program KUR Perumahan melalui Bank BTN dan PNM Mekaar. Bunganya sangat murah, hanya sekitar 0,5 persen per bulan agar tidak ada lagi rentenir,” ujar Maruarar, Senin (4/5).

Menteri Maruarar juga menyoroti efek berganda (multiplier effect) yang diciptakan dari program perbaikan rumah ini.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait