Peningkatan jumlah peserta dari 1.500 orang pada tahun lalu menjadi motivasi panitia untuk terus meningkatkan kualitas acara, salah satunya dengan memperbaiki sistem transportasi shuttle agar peserta lebih nyaman dan efisien dalam perjalanan ke lokasi.
Selain ajang olahraga, kegiatan ini juga menghadirkan Festival Riset yang mempertemukan inovator muda dengan dunia industri.
Sebanyak 78 periset memamerkan hasil karyanya, di mana 65 persen berasal dari perguruan tinggi dan sisanya merupakan peneliti muda dari sekolah, termasuk binaan Tunas Hijau dan Dinas Pendidikan Surabaya.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat mengenal kawasan mangrove ini. Tidak hanya sebagai lokasi penyelenggaraan event, tetapi juga menjadi destinasi untuk berolahraga, berekreasi, menikmati alam, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai lingkungan,” tambah Agus.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafitri Siregar, menjelaskan acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-52 perusahaan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan yang digagas Pemkot Surabaya.
“Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan. Karena itu, kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pelestarian alam, riset, teknologi dan inovasi akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi Surabaya.
“Kolaborasi antara pelestarian lingkungan dengan riset dan inovasi akan menjadi daya dorong penting dalam mewujudkan sustainability. Kami percaya sinergi ini akan semakin memperkuat upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (ahm)

