“Kita akan terus memperkuat pemeriksaan kesehatan sejak di daerah asal. Selain itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan persiapan fisik juga perlu ditingkatkan agar jemaah lebih mandiri dalam menjaga kondisi kesehatannya sendiri,” ungkap Rosidi.
Ia menambahkan bahwa meskipun angka kematian masih ada, penurunan yang terjadi merupakan hasil yang positif mengingat jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini justru lebih banyak, yaitu sebanyak 116 kloter dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 88 kloter.
“Secara ideal tentu kita berharap angka kematian dapat ditekan serendah mungkin, bahkan mendekati nol. Namun dengan penurunan yang sudah tercapai ini, kita terus menjadikan setiap pengalaman sebagai pembelajaran agar pelayanan kesehatan ke depannya semakin maksimal,” pungkasnya. (ahm)
“Kita akan terus memperkuat pemeriksaan kesehatan sejak di daerah asal. Selain itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan persiapan fisik juga perlu ditingkatkan agar jemaah lebih mandiri dalam menjaga kondisi kesehatannya sendiri,” ungkap Rosidi.
Ia menambahkan bahwa meskipun angka kematian masih ada, penurunan yang terjadi merupakan hasil yang positif mengingat jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini justru lebih banyak, yaitu sebanyak 116 kloter dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 88 kloter.
“Secara ideal tentu kita berharap angka kematian dapat ditekan serendah mungkin, bahkan mendekati nol. Namun dengan penurunan yang sudah tercapai ini, kita terus menjadikan setiap pengalaman sebagai pembelajaran agar pelayanan kesehatan ke depannya semakin maksimal,” pungkasnya. (ahm)