88 Persen Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Sudah Tiba di Tanah Air

METROTODAY, SURABAYA – Proses pemulangan jemaah dan petugas haji melalui Debarkasi Surabaya berjalan dengan tertib dan lancar. Hingga kedatangan kloter ke-103, tercatat sebanyak 38.996 orang atau sekitar 88 persen dari total rombongan sudah tiba di Tanah Air.

Jumlah itu meliputi 38.325 jemaah haji dan 671 orang petugas, sedangkan sisanya sebanyak 5.004 orang masih akan dipulangkan melalui kloter-kloter berikutnya.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyatakan seluruh rangkaian pelayanan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan. Debarkasi ini melayani kepulangan jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Secara keseluruhan, proses kepulangan diproyeksikan selesai pada 1 Juli mendatang, dan saat ini seluruh jemaah gelombang kedua sudah berada di Madinah.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berjalan dengan tertib dan lancar. Hingga hari ke-28, hampir 89 persen jemaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air,” tutur Anam, Senin (29/6).

Berdasarkan catatan resmi PPIH, dari 103 kloter yang telah mendarat, sebanyak 79 penerbangan datang tepat waktu, 13 lebih cepat dari jadwal, dan 11 mengalami keterlambatan.

Terkait perubahan data jemaah, tercatat mutasi keluar sebanyak 277 orang, yang meliputi 58 jemaah wafat di Arab Saudi, 38 masih menjalani perawatan, 1 pendamping bergabung dengan embarkasi lain, 10 jemaah menunda kepulangan, 9 pulang secara mandiri, 73 berpindah kloter, serta 88 kursi kosong dan 162 kursi operasional. Di sisi lain, tercatat pula mutasi masuk sebanyak 115 orang yang sudah bergabung ke kloter masing-masing.

Sampai saat ini, masih ada 15 jemaah yang belum dapat dipulangkan karena masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi, antara lain RS King Faisal, RS Hera, Saudi National Hospital, RS Samir Abbas, RS Jeddah, Saudi German Hospital, Madinah Cardiac Center, Kantor Urusan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, RS King Salman, RS King Fahd, RS Al Mouwasat, dan RS Jiwar Hospital.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan evaluasi setiap tahun untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah.

“Evaluasi selalu kami lakukan setiap tahun. Kami perhatikan faktor risiko kesehatan, terutama terkait usia jemaah. Tahun ini sudah ada perbaikan, termasuk kemudahan dan pelayanan khusus bagi jemaah usia tertentu. Yang perlu diperkuat lagi adalah edukasi dan pendampingan kesehatan di daerah asal, supaya jemaah benar-benar memelihara kondisi fisiknya sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan agar tetap memenuhi syarat istitaah,” jelasnya.

Menanggapi tingginya jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda, Rosidi menegaskan bahwa hal tersebut tetap sesuai dengan ketentuan syarat kesehatan.

“Mereka tetap memenuhi syarat istitaah, hanya membutuhkan pendampingan berupa alat bantu. Pemerintah juga sudah menyiapkan layanan khusus untuk memudahkan pergerakan mereka. Alhamdulillah, meski jumlahnya cukup banyak, proses ibadah dan kepulangan tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Proses pemulangan jemaah dan petugas haji melalui Debarkasi Surabaya berjalan dengan tertib dan lancar. Hingga kedatangan kloter ke-103, tercatat sebanyak 38.996 orang atau sekitar 88 persen dari total rombongan sudah tiba di Tanah Air.

Jumlah itu meliputi 38.325 jemaah haji dan 671 orang petugas, sedangkan sisanya sebanyak 5.004 orang masih akan dipulangkan melalui kloter-kloter berikutnya.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyatakan seluruh rangkaian pelayanan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan. Debarkasi ini melayani kepulangan jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Secara keseluruhan, proses kepulangan diproyeksikan selesai pada 1 Juli mendatang, dan saat ini seluruh jemaah gelombang kedua sudah berada di Madinah.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berjalan dengan tertib dan lancar. Hingga hari ke-28, hampir 89 persen jemaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air,” tutur Anam, Senin (29/6).

Berdasarkan catatan resmi PPIH, dari 103 kloter yang telah mendarat, sebanyak 79 penerbangan datang tepat waktu, 13 lebih cepat dari jadwal, dan 11 mengalami keterlambatan.

Terkait perubahan data jemaah, tercatat mutasi keluar sebanyak 277 orang, yang meliputi 58 jemaah wafat di Arab Saudi, 38 masih menjalani perawatan, 1 pendamping bergabung dengan embarkasi lain, 10 jemaah menunda kepulangan, 9 pulang secara mandiri, 73 berpindah kloter, serta 88 kursi kosong dan 162 kursi operasional. Di sisi lain, tercatat pula mutasi masuk sebanyak 115 orang yang sudah bergabung ke kloter masing-masing.

Sampai saat ini, masih ada 15 jemaah yang belum dapat dipulangkan karena masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi, antara lain RS King Faisal, RS Hera, Saudi National Hospital, RS Samir Abbas, RS Jeddah, Saudi German Hospital, Madinah Cardiac Center, Kantor Urusan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, RS King Salman, RS King Fahd, RS Al Mouwasat, dan RS Jiwar Hospital.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan evaluasi setiap tahun untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah.

“Evaluasi selalu kami lakukan setiap tahun. Kami perhatikan faktor risiko kesehatan, terutama terkait usia jemaah. Tahun ini sudah ada perbaikan, termasuk kemudahan dan pelayanan khusus bagi jemaah usia tertentu. Yang perlu diperkuat lagi adalah edukasi dan pendampingan kesehatan di daerah asal, supaya jemaah benar-benar memelihara kondisi fisiknya sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan agar tetap memenuhi syarat istitaah,” jelasnya.

Menanggapi tingginya jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda, Rosidi menegaskan bahwa hal tersebut tetap sesuai dengan ketentuan syarat kesehatan.

“Mereka tetap memenuhi syarat istitaah, hanya membutuhkan pendampingan berupa alat bantu. Pemerintah juga sudah menyiapkan layanan khusus untuk memudahkan pergerakan mereka. Alhamdulillah, meski jumlahnya cukup banyak, proses ibadah dan kepulangan tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait