Gus Irfan menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah perbaikan dan terobosan baru. Di antaranya adalah sistem alokasi kuota berdasarkan antrean agar lebih berkeadilan serta penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta tanpa mengurangi kualitas layanan, bahkan dinilai lebih baik oleh jemaah.
“Inovasi lain meliputi penggunaan sistem embarkasi tanpa asrama haji pertama kali di Yogyakarta, pelatihan petugas dengan metode semi-militer yang mendapatkan apresiasi tinggi, serta penyelesaian administrasi lebih awal sehingga visa dapat diterbitkan sejak pertengahan bulan Ramadan,” urainya.
Peningkatan juga dilakukan melalui digitalisasi layanan untuk memantau distribusi makanan serta keberadaan petugas secara real-time. Hasilnya, penyelenggaraan tahun ini mendapatkan apresiasi dari Komisi VIII DPR, tim pengawas, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Gus Irfan tampak terharu hingga meneteskan air mata dan melakukan sujud syukur. “Dengan mendaratnya kloter terakhir dari Makassar, maka seluruh rangkaian kepulangan jemaah haji Indonesia 2026 telah selesai sepenuhnya,” tuturnya.
Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada petugas yang gugur saat bertugas.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang memiliki dedikasi luar biasa meski jumlah tenaga kita hanya sekitar 50 persen dari kebutuhan ideal. Khususnya kepada almarhumah dr. Fitria dari Bau-Bau yang gugur saat melaksanakan tugas, semoga beliau mendapatkan husnul khatimah,” pungkasnya. (ahm)
Gus Irfan menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah perbaikan dan terobosan baru. Di antaranya adalah sistem alokasi kuota berdasarkan antrean agar lebih berkeadilan serta penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta tanpa mengurangi kualitas layanan, bahkan dinilai lebih baik oleh jemaah.
“Inovasi lain meliputi penggunaan sistem embarkasi tanpa asrama haji pertama kali di Yogyakarta, pelatihan petugas dengan metode semi-militer yang mendapatkan apresiasi tinggi, serta penyelesaian administrasi lebih awal sehingga visa dapat diterbitkan sejak pertengahan bulan Ramadan,” urainya.
Peningkatan juga dilakukan melalui digitalisasi layanan untuk memantau distribusi makanan serta keberadaan petugas secara real-time. Hasilnya, penyelenggaraan tahun ini mendapatkan apresiasi dari Komisi VIII DPR, tim pengawas, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Gus Irfan tampak terharu hingga meneteskan air mata dan melakukan sujud syukur. “Dengan mendaratnya kloter terakhir dari Makassar, maka seluruh rangkaian kepulangan jemaah haji Indonesia 2026 telah selesai sepenuhnya,” tuturnya.
Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada petugas yang gugur saat bertugas.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang memiliki dedikasi luar biasa meski jumlah tenaga kita hanya sekitar 50 persen dari kebutuhan ideal. Khususnya kepada almarhumah dr. Fitria dari Bau-Bau yang gugur saat melaksanakan tugas, semoga beliau mendapatkan husnul khatimah,” pungkasnya. (ahm)