Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas keberangkatan kloter 116 sebagai kelompok terbang pamungkas dari Embarkasi Surabaya.
Seorang jemaah haji hendak kabur dari Asrama Haji Surabaya, Kamis (7/5) malam. Tak hanya itu jemaah tersebut sempat mengamuk dan hendak memukul petugaa keamanan yang berjaga di depan asrama haji.
Badan Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi peningkatan kasus COVID-19 menyusul kepulangan jemaah haji Indonesia.
Proses kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke Indonesia telah resmi dimulai. Kloter pertama jemaah haji yang tergabung dalam Debarkasi Surabaya dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Juanda pada Kamis, 12
Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPHU) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan pengarahan kepada para Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) jemaah haji kloter 90, 91, dan 92 Embarkasi Surabaya di Asrama Haji, Rabu (29/5).
Jemaah haji yang diberangkatkan ke tanah suci wajib mengenakan gelang identitas di lengannya. Gelang berbahan baja stainless steel ini mencantumkan nama, nomor paspor, dan kloter asal jemaah. Gelang ini juga dilengkapi