“Masalah seperti kolesterol tinggi pada pembuluh darah kaki itu sangat memungkinkan menjadi penyebab. Meski demikian, kondisi mereka sebenarnya masih baik. Mereka masih mampu naik ke bus secara mandiri, hanya saja tidak mampu berdiri atau berjalan dalam waktu yang lama. Itulah sebabnya mereka membutuhkan kursi roda untuk memudahkan perjalanan dan aktivitas selama proses keberangkatan,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait pola kesehatan masyarakat di keempat daerah tersebut.
Anam memastikan bahwa secara umum kondisi kesehatan para jemaah masih dalam keadaan aman dan layak untuk beribadah, terbukti mereka masih mampu melakukan aktivitas dasar secara mandiri.
Dari sisi jumlah, tercatat peningkatan yang cukup signifikan. Jika biasanya dalam satu kelompok terbang atau kloter hanya terdapat 8 sampai 10 orang pengguna kursi roda, maka di wilayah tersebut jumlahnya jauh lebih banyak.
“Secara persentase keseluruhan angka ini masih di bawah 10 persen sehingga masih dalam batas wajar. Namun kemarin kami mencatat rekor sebanyak 22 orang dalam satu kloter, atau sudah di atas angka 5 persen. Inilah yang membuat kami ingin mempelajari lebih lanjut, mengapa angka ini menjadi lebih tinggi begitu memasuki wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik,” tambahnya.
“Masalah seperti kolesterol tinggi pada pembuluh darah kaki itu sangat memungkinkan menjadi penyebab. Meski demikian, kondisi mereka sebenarnya masih baik. Mereka masih mampu naik ke bus secara mandiri, hanya saja tidak mampu berdiri atau berjalan dalam waktu yang lama. Itulah sebabnya mereka membutuhkan kursi roda untuk memudahkan perjalanan dan aktivitas selama proses keberangkatan,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait pola kesehatan masyarakat di keempat daerah tersebut.
Anam memastikan bahwa secara umum kondisi kesehatan para jemaah masih dalam keadaan aman dan layak untuk beribadah, terbukti mereka masih mampu melakukan aktivitas dasar secara mandiri.
Dari sisi jumlah, tercatat peningkatan yang cukup signifikan. Jika biasanya dalam satu kelompok terbang atau kloter hanya terdapat 8 sampai 10 orang pengguna kursi roda, maka di wilayah tersebut jumlahnya jauh lebih banyak.
“Secara persentase keseluruhan angka ini masih di bawah 10 persen sehingga masih dalam batas wajar. Namun kemarin kami mencatat rekor sebanyak 22 orang dalam satu kloter, atau sudah di atas angka 5 persen. Inilah yang membuat kami ingin mempelajari lebih lanjut, mengapa angka ini menjadi lebih tinggi begitu memasuki wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik,” tambahnya.