Categories: Fair Play

Tangis Tango Membasahi Pipi, Duo Lionel Menepi, Argentina Kini Bersiap Berbenah Diri

METROTODAY.ID, BUENOS AIRES- Kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 bukan sekadar mengubur mimpi Argentina mempertahankan mahkota juara dunia. Hasil di MetLife Stadium juga memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan generasi emas Albiceleste (julukan Argentina).

Sorotan tertuju kepada sejumlah pemain veteran, terutama Lionel Messi, Nicolas Otamendi, Germán Pezzella, Leandro Paredes, hingga sang pelatih Lionel Scaloni yang sama-sama belum memberikan kepastian mengenai kelanjutan kiprah mereka bersama tim nasional. Di tengah kekecewaan, publik Argentina justru lebih banyak memberikan apresiasi daripada cercaan kepada tim yang berhasil mencapai final untuk kedua Piala Dunia secara beruntun.

Analis sepak bola dan pengamat kenamaan Argentina menilai kekalahan tipis dari Spanyol di partai puncak bukanlah penanda runtuhnya kejayaan Albiceleste, melainkan awal dari fase transisi yang tak terhindarkan. Mantan pelatih River Plate, Marcelo Gallardo, dalam analisisnya di stasiun TV olahraga TyC Sports, secara jujur mengakui bahwa Spanyol tampil lebih superior secara taktik dan memang pantas merengkuh gelar juara. Sementara itu, jurnalis olahraga senior Alejandro Wall melalui kolomnya di Tiempo Argentino menyoroti faktor kelelahan fisik, di mana armada Lionel Scaloni tampak kehabisan energi setelah melewati jalur usapan keringat yang teramat berat menuju final sehingga gagal mengendalikan tempo permainan seperti biasanya.

Kendati demikian, kedua pakar tersebut kompak menyuarakan keyakinan bahwa fondasi kokoh yang telah dibangun oleh Scaloni masih sangat layak dipertahankan sebagai pijakan utama untuk melangkah dan menghadapi tantangan besar berikutnya.

Terkhusus Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun, diyakini telah memainkan pertandingan Piala Dunia terakhirnya. Meski belum mengumumkan pensiun dari tim nasional, kapten Albiceleste disebut akan mengambil waktu untuk menimbang-nimbang langkah berikutnya.

Seusai pertandingan, Messi dilaporkan New York Post memilih meninggalkan stadion tanpa memberikan komentar kepada awak media, membuat spekulasi mengenai masa depannya semakin menguat.
Media-media Argentina seperti Ole, Clarín, La Nacion, dan Pagina/12 kompak menilai final melawan Spanyol menjadi penutup perjalanan Lionel Messi di panggung Piala Dunia. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai masa depannya bersama tim nasional, sehingga peluang tampil di laga persahabatan maupun Copa America masih terbuka apabila kondisi fisik dan keputusan pribadinya memungkinkan.

Nasib serupa juga mengiringi beberapa pemain senior lainnya. Nicolas Otamendi yang telah berusia 38 tahun diperkirakan segera mengakhiri pengabdiannya di tim nasional. German Pezzella juga disebut berada di penghujung karier internasional, sementara Leandro Paredes dan Marcos Acuna mulai menghadapi persaingan ketat dengan generasi muda yang terus bermunculan.

Sejak beberapa tahun terakhir, Scaloni memang telah menyiapkan regenerasi melalui nama-nama seperti Alejandro Garnacho, Claudio Echeverri, Nico Paz, Thiago Almada, hingga Franco Mastantuono sebagai fondasi Argentina menuju siklus Piala Dunia berikutnya. Hal ini dibuktikan dengan Scaloni yang tidak pelit memberi kesempatan kepada pemain muda dalam laga persahabatan.

Di sisi lain, masa depan Lionel Scaloni justru menjadi topik yang paling ramai diperbincangkan. Pelatih yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, dua Copa América, dan kembali mencapai final Piala Dunia 2026 itu mengaku belum bisa memastikan apakah akan tetap melatih Albiceleste setelah kontraknya berakhir pada penghujung tahun.

Dalam konferensi pers yang berlangsung emosional, Scaloni meminta maaf kepada presiden dan publik Argentina karena merasa dirinya gagal membawa Albiceleste mempertahankan mahkota juara dunia.
“Saya sangat berterimakasih ke presiden Javier yang sudah memberikan saya kesempatan. Tidak satu pun dari kami di staf kepelatihan yang terbayang mampu berada di titik puncak lagi. Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Namun kalah di final sungguh menyakitkan, saya minta maaf,” tutur Scaloni dalam konferensi pers.

Ia bahkan tak mampu membendung air mata saat ditanya mengenai masa depannya di Argentina.
“Saya akan tetap menjadi pelatih hingga Desember. Setelah itu saya harus berpikir matang mengenai apa yang akan terjadi berikutnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa membangun kembali skuad yang mampu mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun bukan perkara mudah

Meski dihantam kekalahan, Scaloni tetap berdiri di barisan terdepan membela anak asuhnya. Ia menegaskan tidak ada satu pun pemain yang pantas disalahkan karena seluruh skuad telah memberikan segalanya sepanjang turnamen. Sang pelatih juga kembali menyebut Lionel Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa dan meminta masyarakat Argentina tetap bangga terhadap perjalanan tim nasional yang selama delapan tahun terakhir konsisten berada di papan atas sepak bola dunia.

Reaksi publik Argentina pun jauh dari kata negatif. Warganet Argentina dalam berita harian media Buenos Aires kompak memberikan penghormatan kepada perjuangan Albiceleste. Tajuk seperti “No hay nada que reprochar” atau “tidak ada yang perlu disesali” menghiasi halaman depan media-media tersebut. Di media sosial, tagar #GraciasScaloni, #GraciasMessi, dan #OrgulloAlbiceleste menjadi tren nasional. Banyak suporter menyerukan agar Scaloni tetap dipertahankan sebagai pelatih dan meminta AFA (Federasi Sepak Bola Argentina) melanjutkan proses regenerasi tanpa menghilangkan identitas permainan yang telah dibangun sejak 2018.

Kini, seluruh perhatian tertuju kepada keputusan AFA dalam beberapa bulan ke depan. Yang pasti, kekalahan dari Spanyol telah membuka celah fase baru bagi sepak bola Argentina. Fase regenerasi yang mungkin tak lagi dipimpin para legenda, tetapi tetap membawa warisan dari salah satu periode paling gemilang dalam sejarah Albiceleste. (Ezaar)

Dwi Shintia Irianti

Recent Posts

Dari Korban PHK Alaves Hingga Bawa Spanyol Kuasai Jagat Raya, Takdir Gila Seorang Pak Tua Luis De la Fuente

Tak banyak yang menyangka Luis de la Fuente, pelatih  Timnas Spanyol akan menjadi sosok yang…

9 hours ago

Dikira ke Macan, Nyasar ke Maung, Peralta Resmi Jadi Senjata Baru Persib, Bursa Transfer Memanas

Bandung kembali "gaduh", tapi kali ini bukan soal euforia juara. Persib Bandung resmi mengumumkan Mariano…

9 hours ago

Les Bleus Resmi Pilih Zidane sebagai Pelatih, Kini Ayam Jantan Berkokok Lantang

Setelah 14 tahun berada di bawah komando Didier Deschamps, Timnas Prancis akhirnya memasuki babak baru.…

9 hours ago

Pemkot Tutup Parkir Kawasan Usaha di Surabaya, Wajib Punya Izin dan Tarif Jelas

Pemkot Surabaya memperketat pengawasan penyelenggaraan parkir di kawasan usaha, meliputi pusat perbelanjaan, restoran, hingga kafe.…

19 hours ago

Wabup Mimik Pastikan Sekolah Pesisir Jabon Tak Tertinggal, Rehabilitasi SD dan Program MBG Dipercepat

Pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah terpencil kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo…

19 hours ago

Dua Lapangan Latihan Disiapkan, Ini Daftar Lokasi Piala Presiden di Surabaya

Pemkot Surabaya menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah salah satu gelaran Piala Presiden 2026. Berbagai…

19 hours ago

This website uses cookies.