Categories: Nasional

Implan Lutut Impor Tak Cocok dengan Anatomi Asia, Unair Kembangkan Solusi

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan implan lutut Total Knee Arthroplasty (TKA) yang dirancang khusus sesuai karakteristik anatomi masyarakat Asia.

Pengembangan ini merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas antara Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair, bersama mitra industri PT Trafas Dwi Medika.

Saat ini, pengembangan telah memasuki tahap pengujian praklinis in vivo di Rumah Sakit Hewan (RSH) Unair, Kampus MERR-C. Dosen FST Unair, Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio., CCD, menjelaskan bahwa latar belakang penelitian ini adalah ketidaksesuaian implan TKA yang beredar di pasaran dengan anatomi populasi Asia.

“Desain ini kami sesuaikan dengan anatomi masyarakat dan kebutuhan aktivitas yang membutuhkan fleksi tinggi. Misalnya gerakan saat salat dan posisi duduk tertentu,” jelasnya, Kamis (3/9).

Proses riset telah berlangsung sejak 2024, dengan desain selesai pada 2025. Tim menyeleksi 68 kandidat material secara in silico menggunakan metode TOPSIS, menghasilkan tiga material terbaik dari Perancis, Tiongkok, dan Jerman untuk diuji lebih lanjut.

Pengujian in vivo berlangsung selama 40 hari, dan Selasa (1/9) tim mengambil sampel jaringan tulang, darah, serta organ untuk menganalisis osteointegrasi, biokompatibilitas, respons imunologis, hematologi, dan toksisitas.

Muhammad Hafizh Athari, ST., MT., lulusan Magister Teknik Biomedis UNAIR yang terlibat dalam pengembangan, menegaskan seluruh pengujian mengacu pada standar internasional.

“Pengujian kami lakukan untuk mengetahui respons tubuh terhadap biomaterial. Mulai dari osteointegrasi, biokompatibilitas, respons imunologis, hingga toksisitas. Seluruh pengujian mengacu pada standar ISO,” ungkapnya.

Dalam kolaborasi ini, FK Unair menangani aspek klinis dan kebutuhan ortopedi, FST Unair berfokus pada desain dan biomaterial, FKH mendukung pengujian praklinis, sedangkan PT Trafas Dwi Medika berperan dalam produksi, pengadaan material, serta regulasi dan registrasi produk.

Hasil sementara menunjukkan respons yang sesuai harapan, dan desain implan telah dipatenkan. Setelah analisis selesai, tim menargetkan menuju hilirisasi dan produksi.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya menyediakan implan yang pas bagi masyarakat Asia, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Ruko di Jalan Semarang yang Dikuasai Tanpa Perjanjian Sah

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menertibkan sebuah ruko milik KAI di…

20 minutes ago

Kemenhaj Jatim Mediasi Travel Jombang yang Hanya Sediakan 40 Tiket untuk 196 Jemaah Umrah

Tertundanya keberangkatan 196 jemaah umrah asal Kabupaten Jombang yang dibawa oleh PT Annisa Ahmada Travelindo…

25 minutes ago

Anggaran Gen Z Naik tapi Penyerapan Turun, Komisi A DPRD Surabaya Soroti RKA di 31 Kecamatan

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Rio Pattisellano, mengungkapkan penyerapan anggaran program Gen Z…

4 hours ago

Cucu Ketiga Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Lahir, Begini Kondisinya

Kabar bahagia datang dari mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Risma kini resmi menjadi nenek…

5 hours ago

Bupati Subandi Minta Petakan Kebutuhan 31 Puskesmas, Fasilitas Pelayanan Dibenahi

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi. Minta pemetaan kebutuhan…

6 hours ago

Delta Tirta Kejar 90 Ribu Sambungan Pelanggan, Kebocoran Air Jadi Fokus Direksi Baru

Jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo resmi mulai bekerja. Dituntut meningkatkan kualitas layanan kepada…

7 hours ago

This website uses cookies.