METROTODAY, SURABAYA – Gelombang protes atas pelantikan Rektor UINSA Surabaya Prof. Akhmad Muzakki yang baru saja dilantik untuk masa jabatan kedua periode 2026–2030 terus berlanjut.
Hampir sepekan sejak aksi pertama, Senin (21/9) pagi mahasiswa kembali bertindak menutup akses utama kampus di Jalan Ahmad Yani, sehingga perkuliahan hari ini terhenti.
Penyegelan dilakukan sejak pukul 06.00 WIB. Mahasiswa mengatur ketat siapa saja yang boleh masuk.
Mahasiswa dapat masuk dengan menunjukkan KTM atau aplikasi kampus, sedangkan tenaga kependidikan hanya diperbolehkan masuk untuk absensi dengan kendaraan diparkir di luar.
Kondisi ini memicu kepadatan lalu lintas di jalur depan kampus.
Koordinator Lapangan, Fadlurrahman Fazle, menegaskan aksi ini sebagai tekanan agar Rektor Prof. Akhmad Muzakki turun dari jabatannya. “Kampus kami segel. Tidak ada aktivitas perkuliahan hari ini,” kata Fadlurrahman.
Eskalasi terlihat lebih tegas dibanding aksi pekan lalu. Dimana mahasiswa tidak hanya menutup akses pintu gerbang masuk, tetapi juga merantai dan disertai pembakaran ban.
Mahasiswa menegaskan tidak akan berhenti sampai Kementerian Agama memberikan kepastian atas tuntutan mereka. “Aksi akan terus kami lakukan sampai rektor turun,” ujarnya.
Penolakan mencuat sejak Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Prof. Muzakki di Jakarta pada Selasa (15/9). Sehari setelah pelantikan, ratusan mahasiswa menduduki Gedung Rektorat menuntut peninjauan keputusan, namun tidak terjadi pertemuan langsung.
Kini lima tuntutan disampaikan, yakni menolak kepemimpinan Muzakki, audit pertanggungjawaban kepemimpinan sebelumnya, serta mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan harmonis bagi seluruh warga akademika.
Meski Muzakki telah terpilih dan dilantik kembali, mahasiswa menyatakan akan mempertahankan tuntutan sampai keinginan mereka dipenuhi yaitu mundur sebagai rektor. (ahm)


