Sempat Tertunda, Proyek Strategis JLLB Ditarget Rampung sebelum Jabatan Wali Kota Selesai

METROTODAY, SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa pembangunan dan pembenahan infrastruktur jalan merupakan fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka akses kota dari segala arah.

Jalan yang memadai dan terhubung dengan baik akan memperlancar pergerakan barang, jasa, dan orang, sehingga nilai ekonomi wilayah ikut meningkat. Sebaliknya, kemacetan dan akses yang buruk justru berpotensi melemahkan daya ekonomi masyarakat.

“Jadi infrastruktur jalan itu dalam kaidah kita terus melakukan evaluasi, melakukan penambahan. Itu sama dengan kita melakukan penyiaran atas kota itu sendiri. Kota ini harus mampu diakses dari segala macam penjuru. Percepatan itu akibat jalan. Ketika jalan memadai, jalan memenuhi syarat, maka gerakan ekonomi, pergerakan ekonomi akan terjadi kecepatan,” kata Syaifuddin, Senin (14/9).

Ia mencontohkan jalur penghubung ke arah Gresik, termasuk ruas Wiyung hingga Menganti, yang merupakan poros perbatasan penting. Konektivitas ini memungkinkan terjadinya pertukaran ekonomi yang lebih intens antara Surabaya dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi kota.

Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) di kawasan Benowo Surabaya yang baru separo rampung. Ditargetkan sebelum masa jabatan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, jalan strategis ini rampung. (Foto: Istimewa)

“Dari arah Gresik ke Surabaya, Surabaya memungkinkan Gresik, pertukaran atas ekonomi dan lain sebagainya, maka jalan semakin kita prioritaskan. Ini sama dengan menyiapkan diri kita menuju kemampuan mandiri dalam bidang ekonomi, kekuatan ekonomi,” jelasnya.

Pembangunan ini juga meliputi Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) hingga jalur perbatasan arah Gresik, serta jalur penghubung menuju kawasan strategis seperti Pelabuhan Teluk Lamong.

Selain itu, masih ada rencana besar pengembangan jalur sepanjang pesisir pantai yang akan membentang dari kawasan Perak hingga Kenjeran.

“Semuanya, JLLB sampai yang Gresik kan. Arah Gresik itu kan juga Menganti, Itu kan perbatasannya, perbatasan poros jalan perbatasan Surabaya. Khusus nanti dihubungkan dengan JLLB. Percepatan antara pelabuhan sampai anu menuju pelabuhan Teluk Lamong, semuanya. Juga kita ini masih belum, belum bisa menjalankan yang melingkar sepanjang pantai, dari Perak sampai Kenjeran itu. Nah, kan ada perencanaan itu,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Terkait target penyelesaian, Syaifuddin mengakui sejumlah proyek sempat tertunda. Pembangunan ruas Wiyung dan JLLB sejatinya ditargetkan selesai sejak tahun 2023, namun terhambat akibat pandemi dan kendala lainnya.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen agar seluruh proyek strategis ini diselesaikan sepenuhnya selama masa jabatan Wali Kota Eri Cahyadi berlangsung.

“Jadi sebenarnya target untuk jalan Wiyung maupun JLLB ini kan dari dulu sama. Targetnya kan dulu di masa saya ya, Ketua Komisi itu kan 2023 selesai. Tetapi begitu ada Covid, akhirnya berhenti. Maka target kita ini ya apa yang dirancang dalam kaidah proyek yang betul betul bisa selesai dimanfaatkan oleh masyarakat, nggak boleh berhenti. Di era Pak Eri harus selesai semuanya. Harus selesai,” tegasnya.

METROTODAY, SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa pembangunan dan pembenahan infrastruktur jalan merupakan fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka akses kota dari segala arah.

Jalan yang memadai dan terhubung dengan baik akan memperlancar pergerakan barang, jasa, dan orang, sehingga nilai ekonomi wilayah ikut meningkat. Sebaliknya, kemacetan dan akses yang buruk justru berpotensi melemahkan daya ekonomi masyarakat.

“Jadi infrastruktur jalan itu dalam kaidah kita terus melakukan evaluasi, melakukan penambahan. Itu sama dengan kita melakukan penyiaran atas kota itu sendiri. Kota ini harus mampu diakses dari segala macam penjuru. Percepatan itu akibat jalan. Ketika jalan memadai, jalan memenuhi syarat, maka gerakan ekonomi, pergerakan ekonomi akan terjadi kecepatan,” kata Syaifuddin, Senin (14/9).

Ia mencontohkan jalur penghubung ke arah Gresik, termasuk ruas Wiyung hingga Menganti, yang merupakan poros perbatasan penting. Konektivitas ini memungkinkan terjadinya pertukaran ekonomi yang lebih intens antara Surabaya dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi kota.

Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) di kawasan Benowo Surabaya yang baru separo rampung. Ditargetkan sebelum masa jabatan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, jalan strategis ini rampung. (Foto: Istimewa)

“Dari arah Gresik ke Surabaya, Surabaya memungkinkan Gresik, pertukaran atas ekonomi dan lain sebagainya, maka jalan semakin kita prioritaskan. Ini sama dengan menyiapkan diri kita menuju kemampuan mandiri dalam bidang ekonomi, kekuatan ekonomi,” jelasnya.

Pembangunan ini juga meliputi Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) hingga jalur perbatasan arah Gresik, serta jalur penghubung menuju kawasan strategis seperti Pelabuhan Teluk Lamong.

Selain itu, masih ada rencana besar pengembangan jalur sepanjang pesisir pantai yang akan membentang dari kawasan Perak hingga Kenjeran.

“Semuanya, JLLB sampai yang Gresik kan. Arah Gresik itu kan juga Menganti, Itu kan perbatasannya, perbatasan poros jalan perbatasan Surabaya. Khusus nanti dihubungkan dengan JLLB. Percepatan antara pelabuhan sampai anu menuju pelabuhan Teluk Lamong, semuanya. Juga kita ini masih belum, belum bisa menjalankan yang melingkar sepanjang pantai, dari Perak sampai Kenjeran itu. Nah, kan ada perencanaan itu,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Terkait target penyelesaian, Syaifuddin mengakui sejumlah proyek sempat tertunda. Pembangunan ruas Wiyung dan JLLB sejatinya ditargetkan selesai sejak tahun 2023, namun terhambat akibat pandemi dan kendala lainnya.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen agar seluruh proyek strategis ini diselesaikan sepenuhnya selama masa jabatan Wali Kota Eri Cahyadi berlangsung.

“Jadi sebenarnya target untuk jalan Wiyung maupun JLLB ini kan dari dulu sama. Targetnya kan dulu di masa saya ya, Ketua Komisi itu kan 2023 selesai. Tetapi begitu ada Covid, akhirnya berhenti. Maka target kita ini ya apa yang dirancang dalam kaidah proyek yang betul betul bisa selesai dimanfaatkan oleh masyarakat, nggak boleh berhenti. Di era Pak Eri harus selesai semuanya. Harus selesai,” tegasnya.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait