Pilu Gempa NTT: Ibu Peluk Bayinya Ditemukan Meninggal di Reruntuhan Rumah di Manggarai Timur

METROTODAY, MANGGARAI TIMUR — Duka mendalam menyelimuti warga Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah tiga anggota keluarga ditemukan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Ketiga korban merupakan seorang ibu dan dua anaknya. Mereka ditemukan tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban di antara reruntuhan rumah yang terdampak gempa.

Salah satu anak korban masih bayi. Peristiwa tersebut sontak membuat warga yang menyaksikan proses evakuasi diliputi kesedihan.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, ibu dan kedua anaknya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka.

“Keduanya (ibu dan anak) ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka,” kata Fathur.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri membenarkan adanya tiga korban dari satu keluarga dalam peristiwa tersebut.

“Ibu dan dua anaknya meninggal. Yang satunya perempuan dan bayi,” ujarnya.

Proses pencarian dan evakuasi dilakukan tim SAR gabungan bersama BPBD, aparat keamanan, relawan, serta unsur potensi SAR lainnya.

Petugas terus menyisir lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal.

Korban Gempa NTT Capai 53 Orang

Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, tercatat 53 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara.

METROTODAY, MANGGARAI TIMUR — Duka mendalam menyelimuti warga Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah tiga anggota keluarga ditemukan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Ketiga korban merupakan seorang ibu dan dua anaknya. Mereka ditemukan tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban di antara reruntuhan rumah yang terdampak gempa.

Salah satu anak korban masih bayi. Peristiwa tersebut sontak membuat warga yang menyaksikan proses evakuasi diliputi kesedihan.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, ibu dan kedua anaknya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka.

“Keduanya (ibu dan anak) ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka,” kata Fathur.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri membenarkan adanya tiga korban dari satu keluarga dalam peristiwa tersebut.

“Ibu dan dua anaknya meninggal. Yang satunya perempuan dan bayi,” ujarnya.

Proses pencarian dan evakuasi dilakukan tim SAR gabungan bersama BPBD, aparat keamanan, relawan, serta unsur potensi SAR lainnya.

Petugas terus menyisir lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal.

Korban Gempa NTT Capai 53 Orang

Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, tercatat 53 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait