“Data sementara sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Kemungkinan masih bertambah karena masih ada yang tertimbun,” kata Fathur.
Tim gabungan masih melakukan penyisiran, evakuasi, dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Proses verifikasi juga terus dilakukan sehingga jumlah korban masih dapat berubah.
Fathur mengatakan bahwa seluruh personel dan sarana yang dimiliki Kantor SAR Maumere dikerahkan untuk mempercepat operasi pencarian dan pertolongan.
“Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR,” jelasnya.
Operasi tersebut dilakukan bersama potensi SAR dari berbagai wilayah di Pulau Flores. Tim gabungan bergerak ke lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan dan diduga masih membutuhkan proses pencarian serta pertolongan.
“Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujar Fathur.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak cukup luas di sejumlah kabupaten/kota di NTT.
Selain menelan korban jiwa dan menyebabkan warga luka-luka, gempa juga merusak rumah, fasilitas umum, serta sejumlah infrastruktur.
Hingga Minggu malam, proses pencarian dan pendataan korban masih berlangsung.
Pemerintah dan tim gabungan mengimbau masyarakat mengikuti informasi dari lembaga resmi serta mematuhi arahan petugas di lokasi bencana. (mt)
“Data sementara sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Kemungkinan masih bertambah karena masih ada yang tertimbun,” kata Fathur.
Tim gabungan masih melakukan penyisiran, evakuasi, dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Proses verifikasi juga terus dilakukan sehingga jumlah korban masih dapat berubah.
Fathur mengatakan bahwa seluruh personel dan sarana yang dimiliki Kantor SAR Maumere dikerahkan untuk mempercepat operasi pencarian dan pertolongan.
“Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR,” jelasnya.
Operasi tersebut dilakukan bersama potensi SAR dari berbagai wilayah di Pulau Flores. Tim gabungan bergerak ke lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan dan diduga masih membutuhkan proses pencarian serta pertolongan.
“Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujar Fathur.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak cukup luas di sejumlah kabupaten/kota di NTT.
Selain menelan korban jiwa dan menyebabkan warga luka-luka, gempa juga merusak rumah, fasilitas umum, serta sejumlah infrastruktur.
Hingga Minggu malam, proses pencarian dan pendataan korban masih berlangsung.
Pemerintah dan tim gabungan mengimbau masyarakat mengikuti informasi dari lembaga resmi serta mematuhi arahan petugas di lokasi bencana. (mt)