Meniti Keruh Memikul Jernih: Ziarah Estetis dan Spiritual Agus Koecink Lewat 35 Karya di Galeri Prabangkara Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Perupa kontemporer dari Surabaya, Agus Koecink, menggelar pameran tunggal seni rupa terbarunya yang bertajuk Meniti Keruh Memikul Jernih. Pameran digelar Sabtu (25/7) di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya.

Pameran ini menampilkan sebanyak 35 karya seni rupa pilihan yang merekam jejak panjang perjalanan spiritualitas, eksplorasi visual, dan eksperimentasi sang seniman selama bertahun-tahun.

“Konsep besarnya menarasikan perjalanan pencarian kreativitas yang melintasi batas geografis dan kultural dari Surabaya, Ubud Bali, Yogyakarta, Solo, hingga berlanjut ke benua Eropa khususnya Prancis,” tutur Agus Koecink.

Baginya perjalanan itu bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan ziarah artistik yang melahirkan keberagaman bentuk, komposisi, garis, warna, serta narasi visual yang sangat personal dan matang.

Berbagai fenomena mulai keindahan dan kerentanan alam hingga realitas sosial dunia mendalam memengaruhi proses penciptaannya, terlihat pada bentuk figuratif dinamis, garis luwes, serta harmoni warna yang menciptakan dialog antara mitos, realitas, dan alam semesta.

Tajuk Meniti Keruh Memikul Jernih sendiri diangkat sebagai filosofi laku hidup sekaligus manifesto berkarya sang seniman.

“Dalam perjalanan kreatif ini, tentu ego dan realitas kerap menghadirkan berbagai halangan serta rintangan yang keruh. Namun, semua rintangan itu dapat bertransformasi menjadi jernih ketika kita memilih untuk selalu berpikir positif demi melahirkan kebahagiaan bagi sesama,” ungkapnya.

Melalui 35 karya yang dipamerkan, Agus Koecink mengajak masyarakat luas untuk berefleksi bagaimana menyikapi dinamika dunia yang penuh tantangan, lalu merajutnya kembali menjadi energi kebaikan yang mencerahkan dan membahagiakan orang lain. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Perupa kontemporer dari Surabaya, Agus Koecink, menggelar pameran tunggal seni rupa terbarunya yang bertajuk Meniti Keruh Memikul Jernih. Pameran digelar Sabtu (25/7) di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya.

Pameran ini menampilkan sebanyak 35 karya seni rupa pilihan yang merekam jejak panjang perjalanan spiritualitas, eksplorasi visual, dan eksperimentasi sang seniman selama bertahun-tahun.

“Konsep besarnya menarasikan perjalanan pencarian kreativitas yang melintasi batas geografis dan kultural dari Surabaya, Ubud Bali, Yogyakarta, Solo, hingga berlanjut ke benua Eropa khususnya Prancis,” tutur Agus Koecink.

Baginya perjalanan itu bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan ziarah artistik yang melahirkan keberagaman bentuk, komposisi, garis, warna, serta narasi visual yang sangat personal dan matang.

Berbagai fenomena mulai keindahan dan kerentanan alam hingga realitas sosial dunia mendalam memengaruhi proses penciptaannya, terlihat pada bentuk figuratif dinamis, garis luwes, serta harmoni warna yang menciptakan dialog antara mitos, realitas, dan alam semesta.

Tajuk Meniti Keruh Memikul Jernih sendiri diangkat sebagai filosofi laku hidup sekaligus manifesto berkarya sang seniman.

“Dalam perjalanan kreatif ini, tentu ego dan realitas kerap menghadirkan berbagai halangan serta rintangan yang keruh. Namun, semua rintangan itu dapat bertransformasi menjadi jernih ketika kita memilih untuk selalu berpikir positif demi melahirkan kebahagiaan bagi sesama,” ungkapnya.

Melalui 35 karya yang dipamerkan, Agus Koecink mengajak masyarakat luas untuk berefleksi bagaimana menyikapi dinamika dunia yang penuh tantangan, lalu merajutnya kembali menjadi energi kebaikan yang mencerahkan dan membahagiakan orang lain. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait