19 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Dirawat di Tanah Suci, 83 Orang Meninggal

METROTODAY SURABAYA – Sebanyak 19 jemaah haji Debarkasi Surabaya masih belum dapat pulang ke Indonesia karena harus menjalani perawatan medis di rumah sakit di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, dua orang dipastikan sudah dinyatakan sembuh dan satu orang telah dipulangkan menuju daerah asalnya.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan satu orang sudah dipulangkan karena kondisinya sudah sembuh, dan satu orang lagi sedang menunggu tempat kosong pada kloter keberangkatan berikutnya.

“Saat ini ada 19 jemaah yang masih tertunda kepulangannya karena sakit. Satu orang sudah dipulangkan ke daerah karena sudah sembuh,” ujar Anam, Rabu (24/6).

Salah satu jemaah yang sembuh terlebih dahulu dipulangkan melalui Jakarta. Setelah menjalani observasi dan dinyatakan sehat, jemaah tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan jalur darat karena menunggu jadwal penerbangan dari Jakarta memerlukan waktu cukup lama. Kedatangan jemaah tersebut tiba di Surabaya pada Senin dini hari

“Satu jemaah tadi pagi berasal dari Bojonegoro yang sudah dipulangkan dari Jakarta melalui jalur darat setelah dilakukan observasi, sedangkan satu lagi dari Lamongan masih menunggu seat kosong akan dipulangkan dari tanah suci,” jelasnya.

Anam juga mengaku bahwa pihaknya terus mencermati data jumlah jemaah yang meninggal dunia selama musim haji tahun ini. Sebanyak 83 orang jemaah meninggal dunia, dan sebagian besar kasus terjadi sekitar 10 hari setelah pelaksanaan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kasus ini menjadi perhatian utama sekaligus bahan evaluasi bagi kami. Ke depannya, kami akan memperketat pemeriksaan kesehatan awal atau istitaah serta menyusun kebijakan yang lebih komprehensif agar kondisi kesehatan jemaah lebih terjamin dan sehat selama menjalani ibadah,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY SURABAYA – Sebanyak 19 jemaah haji Debarkasi Surabaya masih belum dapat pulang ke Indonesia karena harus menjalani perawatan medis di rumah sakit di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, dua orang dipastikan sudah dinyatakan sembuh dan satu orang telah dipulangkan menuju daerah asalnya.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan satu orang sudah dipulangkan karena kondisinya sudah sembuh, dan satu orang lagi sedang menunggu tempat kosong pada kloter keberangkatan berikutnya.

“Saat ini ada 19 jemaah yang masih tertunda kepulangannya karena sakit. Satu orang sudah dipulangkan ke daerah karena sudah sembuh,” ujar Anam, Rabu (24/6).

Salah satu jemaah yang sembuh terlebih dahulu dipulangkan melalui Jakarta. Setelah menjalani observasi dan dinyatakan sehat, jemaah tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan jalur darat karena menunggu jadwal penerbangan dari Jakarta memerlukan waktu cukup lama. Kedatangan jemaah tersebut tiba di Surabaya pada Senin dini hari

“Satu jemaah tadi pagi berasal dari Bojonegoro yang sudah dipulangkan dari Jakarta melalui jalur darat setelah dilakukan observasi, sedangkan satu lagi dari Lamongan masih menunggu seat kosong akan dipulangkan dari tanah suci,” jelasnya.

Anam juga mengaku bahwa pihaknya terus mencermati data jumlah jemaah yang meninggal dunia selama musim haji tahun ini. Sebanyak 83 orang jemaah meninggal dunia, dan sebagian besar kasus terjadi sekitar 10 hari setelah pelaksanaan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kasus ini menjadi perhatian utama sekaligus bahan evaluasi bagi kami. Ke depannya, kami akan memperketat pemeriksaan kesehatan awal atau istitaah serta menyusun kebijakan yang lebih komprehensif agar kondisi kesehatan jemaah lebih terjamin dan sehat selama menjalani ibadah,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait