Budimir Buat Kroasia Selamat, Kirim Panama Pulang Lebih Cepat

METROTODAY, TORONTO – Timnas Kroasia akhirnya meraih napas panjang di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Panama dengan skor tipis 1-0 dalam laga Grup L yang berlangsung di Toronto Stadium, Selasa (23/6/2026) atau Rabu (24/6/2026) WIB.

Kemenangan ini menjaga peluang Vatreni (julukan Kroasia) untuk melangkah ke babak gugur, sementara Panama dipastikan pulang lebih cepat setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup.

Pertandingan berjalan lebih sulit daripada perkiraan banyak pihak. Kroasia yang hadir sebagai unggulan sempat kesulitan menghunus pertahanan Panama. Malahan, wakil CONCACAF tersebut beberapa kali mengancam pertahanan Josko Gvardiol dan tim melalui serangan balik cepat dan adu fisik yang disiplin.

Meski mendominasi penguasaan bola, anak asuh Zlatko Dalic gagal menemukan celah hingga turun minum.

Kebuntuan akhirnya pecah pada awal babak kedua. Pergantian pemain yang dilakukan Dalic terbukti menjadi titik balik pertandingan.

Penyerang veteran Ante Budimir yang masuk dari bangku cadangan sukses memanfaatkan umpan matang dari Josip Stanisic dan menjebol gawang Panama pada menit ke-54. Gol penyerang Osasuna tersebut menjadi satu-satunya dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Meski tertinggal, Panama tidak menyerah begitu saja. Skuad asuhan Thomas Christiansen terus berusaha mencari gol penyama kedudukan melalui berbagai skema umpan silang dan kombinasi serangan dari sisi sayap. Namun solidnya duet bek Josko Gvardiol dan Josip Sutalo membuat peluang-peluang Panama buntu hingga peluit panjang dibunyikan.

Ada satu momen spesial bagi sang kapten Kroasia, Luka Modric. Ia sukses mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama negaranya.

Angka tersebut sangat jelas bahwa sang maestro adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah Kroasia.

Sebelum pertandingan dimulai, Modric bahkan mendapat penghormatan khusus dari federasi dan rekan-rekan setimnya.

Pelatih Zlatko Dalic mengaku lega melihat timnya mampu bangkit setelah kekalahan 2-4 dari Inggris pada laga pembuka.

Menurutnya, kemenangan ini menunjukkan karakter Kroasia yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai tim yang tidak mudah menyerah dalam situasi sulit. Dalic juga memberikan pujian khusus kepada Budimir yang mampu mengubah papan skor hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan.

Dari pihak Panama, Thomas Christiansen memilih melihat sisi positif dari kekalahan tersebut. Pelatih kelahiran Denmark itu menyebut timnya sudah bermain berani dan mampu memberikan perlawanan terhadap tim runner-up Piala Dunia 2018. Namun ia mengakui pekerjaan rumah yang harus dibenahi Panama adalah efektivitas di depan gawang.

“Anda tidak akan bisa memenangkan pertandingan jika tidak mencetak gol,” ujar Christiansen setelah laga berakhir, dikutip dari Philstar.

Performa Panama boleh dikatakan mengejutkan. Dalam berbagai diskuisi daring Reddit, banyak yang menilai Panama tampil lebih kompetitif daripada yang diperkirakan.

Sejumlah pengamat juga menyebut Kroasia sempat frustasi pada babak pertama kala tidak bisa menembus pertahanan Panama.

Tak sedikit juga yang menilai, Kroasia baru bisa menang berkat pengalaman serta kualitas individu pemain senior mereka.

Dengan hasil hari ini, Panama dipastikan gagal melanjutkan petualangan mereja di Piala Dunia 2026 setelah kembali kalah 0-1, sama persis seperti saat menghadapi The Black Stars (julukan Ghana) pekan kemarin. (ezaar/mt)

METROTODAY, TORONTO – Timnas Kroasia akhirnya meraih napas panjang di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Panama dengan skor tipis 1-0 dalam laga Grup L yang berlangsung di Toronto Stadium, Selasa (23/6/2026) atau Rabu (24/6/2026) WIB.

Kemenangan ini menjaga peluang Vatreni (julukan Kroasia) untuk melangkah ke babak gugur, sementara Panama dipastikan pulang lebih cepat setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup.

Pertandingan berjalan lebih sulit daripada perkiraan banyak pihak. Kroasia yang hadir sebagai unggulan sempat kesulitan menghunus pertahanan Panama. Malahan, wakil CONCACAF tersebut beberapa kali mengancam pertahanan Josko Gvardiol dan tim melalui serangan balik cepat dan adu fisik yang disiplin.

Meski mendominasi penguasaan bola, anak asuh Zlatko Dalic gagal menemukan celah hingga turun minum.

Kebuntuan akhirnya pecah pada awal babak kedua. Pergantian pemain yang dilakukan Dalic terbukti menjadi titik balik pertandingan.

Penyerang veteran Ante Budimir yang masuk dari bangku cadangan sukses memanfaatkan umpan matang dari Josip Stanisic dan menjebol gawang Panama pada menit ke-54. Gol penyerang Osasuna tersebut menjadi satu-satunya dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Meski tertinggal, Panama tidak menyerah begitu saja. Skuad asuhan Thomas Christiansen terus berusaha mencari gol penyama kedudukan melalui berbagai skema umpan silang dan kombinasi serangan dari sisi sayap. Namun solidnya duet bek Josko Gvardiol dan Josip Sutalo membuat peluang-peluang Panama buntu hingga peluit panjang dibunyikan.

Ada satu momen spesial bagi sang kapten Kroasia, Luka Modric. Ia sukses mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama negaranya.

Angka tersebut sangat jelas bahwa sang maestro adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah Kroasia.

Sebelum pertandingan dimulai, Modric bahkan mendapat penghormatan khusus dari federasi dan rekan-rekan setimnya.

Pelatih Zlatko Dalic mengaku lega melihat timnya mampu bangkit setelah kekalahan 2-4 dari Inggris pada laga pembuka.

Menurutnya, kemenangan ini menunjukkan karakter Kroasia yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai tim yang tidak mudah menyerah dalam situasi sulit. Dalic juga memberikan pujian khusus kepada Budimir yang mampu mengubah papan skor hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan.

Dari pihak Panama, Thomas Christiansen memilih melihat sisi positif dari kekalahan tersebut. Pelatih kelahiran Denmark itu menyebut timnya sudah bermain berani dan mampu memberikan perlawanan terhadap tim runner-up Piala Dunia 2018. Namun ia mengakui pekerjaan rumah yang harus dibenahi Panama adalah efektivitas di depan gawang.

“Anda tidak akan bisa memenangkan pertandingan jika tidak mencetak gol,” ujar Christiansen setelah laga berakhir, dikutip dari Philstar.

Performa Panama boleh dikatakan mengejutkan. Dalam berbagai diskuisi daring Reddit, banyak yang menilai Panama tampil lebih kompetitif daripada yang diperkirakan.

Sejumlah pengamat juga menyebut Kroasia sempat frustasi pada babak pertama kala tidak bisa menembus pertahanan Panama.

Tak sedikit juga yang menilai, Kroasia baru bisa menang berkat pengalaman serta kualitas individu pemain senior mereka.

Dengan hasil hari ini, Panama dipastikan gagal melanjutkan petualangan mereja di Piala Dunia 2026 setelah kembali kalah 0-1, sama persis seperti saat menghadapi The Black Stars (julukan Ghana) pekan kemarin. (ezaar/mt)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait