Koeman Angkat Tangan Usai Tim Oranye Rontok di Piala Dunia, Pilih Mundur Demi Keluarga

METROTODAY, AMSTERDAM – Kekalahan pelik dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Ronald Koeman sebagai pelatih Timnas Belanda. Kurang dari 24 jam setelah De Oranje (julukan Belanda) tersingkir lewat adu penalti, pria berusia 63 tahun itu resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih yang telah didudukinya sejak awal 2023.

Keputusan tersebut sekaligus menyudahi periode keduanya bersama tim nasional yang sempat diwarnai harapan besar untuk membawa Belanda kembali bersaing di level tertinggi dunia.

Koeman mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadi. Dalam pernyataannya, mantan pelatih Barcelona itu mengaku seluruh skuad datang ke Piala Dunia dengan impian menciptakan sejarah. Namun, ia menerima kenyataan bahwa target tersebut gagal diwujudkan.

“Tadi malam saya memutuskan sudah waktunya mengundurkan diri dari pelatih kepala Belanda. Kami semua berbagi mimpi untuk menciptakan sejarah di Piala Dunia ini, tetapi kami gagal. Tidak ada yang lebih bertanggungjawab daripada saya,” tulis Koeman, seperti yang diberitakan oleh Netherland Times.

Meski hasil buruk di Piala Dunia menjadi pemicu utama, Koeman mengungkapkan ada alasan yang jauh lebih personal di balik keputusannya.

Ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang istri, Bartina Koeman, yang kembali berjuang melawan kanker payudara setelah beberapa kali mengalami kekambuhan sejak perama kali didiagnosis pada 2010. Menurut Koeman, keluarga kini menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Keputusan Koeman dihargai oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Direktur Teknik KNVB, Nigel de Jong, menyebut federasi tentu memahami situasi yang dihadapi Koeman, sekaligus mengakui hasil Belanda di Piala Dunia 2026 jauh dari target.

Sebelum turnamen dimulai, KNVB membidik minimal satu tempat di semifinal, sayang langkah Virgil van Dijk dan kawan-kawan justru terhenti pada fase gugur pertama setelah kalah dari Maroko.

Sepanjang turnamen, Koeman memang tak luput dari kritik. Sejumlah media Belanda menilai pendekatan taktiknya terlalu berhati-hati, terutama saat menghadapi Maroko.

METROTODAY, AMSTERDAM – Kekalahan pelik dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Ronald Koeman sebagai pelatih Timnas Belanda. Kurang dari 24 jam setelah De Oranje (julukan Belanda) tersingkir lewat adu penalti, pria berusia 63 tahun itu resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih yang telah didudukinya sejak awal 2023.

Keputusan tersebut sekaligus menyudahi periode keduanya bersama tim nasional yang sempat diwarnai harapan besar untuk membawa Belanda kembali bersaing di level tertinggi dunia.

Koeman mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadi. Dalam pernyataannya, mantan pelatih Barcelona itu mengaku seluruh skuad datang ke Piala Dunia dengan impian menciptakan sejarah. Namun, ia menerima kenyataan bahwa target tersebut gagal diwujudkan.

“Tadi malam saya memutuskan sudah waktunya mengundurkan diri dari pelatih kepala Belanda. Kami semua berbagi mimpi untuk menciptakan sejarah di Piala Dunia ini, tetapi kami gagal. Tidak ada yang lebih bertanggungjawab daripada saya,” tulis Koeman, seperti yang diberitakan oleh Netherland Times.

Meski hasil buruk di Piala Dunia menjadi pemicu utama, Koeman mengungkapkan ada alasan yang jauh lebih personal di balik keputusannya.

Ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang istri, Bartina Koeman, yang kembali berjuang melawan kanker payudara setelah beberapa kali mengalami kekambuhan sejak perama kali didiagnosis pada 2010. Menurut Koeman, keluarga kini menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Keputusan Koeman dihargai oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Direktur Teknik KNVB, Nigel de Jong, menyebut federasi tentu memahami situasi yang dihadapi Koeman, sekaligus mengakui hasil Belanda di Piala Dunia 2026 jauh dari target.

Sebelum turnamen dimulai, KNVB membidik minimal satu tempat di semifinal, sayang langkah Virgil van Dijk dan kawan-kawan justru terhenti pada fase gugur pertama setelah kalah dari Maroko.

Sepanjang turnamen, Koeman memang tak luput dari kritik. Sejumlah media Belanda menilai pendekatan taktiknya terlalu berhati-hati, terutama saat menghadapi Maroko.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait