METROTODAY, SURABAYA – Masalah sampah di perairan Indonesia yang terus mengancam keselamatan biota laut kini mendapatkan solusi inovatif.
Dosen Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Hasanudin, S.T., M.T., bersama tim penelitiannya berhasil mengembangkan kapal pembersih sampah tanpa awak.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa permasalahan lingkungan seperti sampah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi pemerintah atau pemerhati lingkungan, tetapi juga dunia akademisi.
Menurutnya, penciptaan kapal ini merupakan wujud nyata penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan di masyarakat.
“Jadi ini teknologinya sederhana, tapi insya Allah manfaatnya besar, sehingga itu sesuai dengan cita-cita kami sebagai kampus yang berdampak,” tutur Bambang, Kamis (11/6).
Sementara itu, Hasanudin yang akrab disapa Hasan menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan tingginya pencemaran mikroplastik dan sampah di wilayah pesisir. Kondisi ini dinilai dapat mengancam keberlangsungan ekosistem laut jika tidak segera ditangani.
“Sampah kiriman di wilayah pesisir menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan hayati. Jika tidak ditangani segera, ekosistem laut kita jadi taruhan,” ujarnya.
Kapal pembersih ini dirancang dengan prinsip kesederhanaan agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat setempat.
Dilengkapi dengan lambung ganda, kapal ini memiliki kestabilan yang baik saat beroperasi.

