METROTODAY, SURABAYA – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733, perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga, khususnya di sektor kesehatan, kembali menjadi sorotan utama.
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), Anas Karno, turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendukung fasilitas pelayanan kesehatan warga.
Dalam kunjungannya di RW 03 Kelurahan Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, ia menyerahkan bantuan berupa alat timbang badan guna menunjang kinerja Pos Pelayanan Kesehatan Keluarga (Posga) setempat.
Kehadiran bantuan tersebut disambut antusias oleh para kader Posga dan warga sekitar, khususnya para ibu yang kerap memanfaatkan layanan kesehatan di Balai RW tersebut.
Di kawasan yang padat penduduk seperti Penjaringansari, keberadaan Posga memegang peran vital sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh kalangan, mulai dari ibu hamil, balita, usia produktif, hingga lansia.
Suasana di balai RW yang sederhana itu tampak semakin hidup dan ramai oleh para ibu yang membawa balita untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Keberadaan alat timbang baru ini dianggap sebagai kebutuhan penting yang selama ini dinanti, guna memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan lebih akurat, nyaman, dan maksimal.
Ketua Posga Cut Mutia RW 03 Penjaringansari, Yulis Hidayati, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan alat ini akan sangat berdampak besar pada kelancaran kegiatan rutin yang mereka jalankan setiap bulan.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat untuk kegiatan Posga kami. Penimbangan balita jadi lebih nyaman dan pelayanan kesehatan warga juga semakin baik,” ujar Yulis, Sabtu (30/5).
Sementara itu, Anas Karno menegaskan bahwa momentum peringatan hari jadi kota seharusnya tidak hanya diisi dengan seremonial belaka, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat terbawah.
Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan anak-anak di kampung merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mempertahankan predikat Surabaya sebagai kota Zero Stunting atau bebas stunting.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan dan perhatian besar yang diberikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, terhadap kesehatan warga.
Pihaknya di DPRD berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat kampung mengingat Posga adalah garda terdepan pelayanan.
“Pak Wali Kota Eri Cahyadi dan Pak Wakil Wali Kota Armuji punya perhatian besar terhadap kesehatan warga, terutama anak-anak. Kami di DPRD ikut mendukung dengan memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat kampung karena Posga adalah garda terdepan,” tegas Anas.
Lebih jauh, Anas menjamin bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti hanya pada bantuan fisik sesaat.
Sebagai anggota Banggar DPRD Surabaya, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan dan pengalokasian anggaran daerah guna memperkuat fasilitas Posga di seluruh wilayah.
Baginya, fasilitas kesehatan berbasis kampung harus menjadi prioritas agar pelayanan dasar semakin merata dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar bantuan sesaat. Ke depan, kami di Banggar akan mengawal agar fasilitas Posga di kampung-kampung semakin baik melalui dukungan anggaran daerah. Penguatan kesehatan masyarakat harus dimulai dan diperkuat dari tingkat bawah,” kata Anas.
Ia menambahkan, pemenuhan fasilitas di setiap Posga harus dilakukan secara merata. Hal ini bertujuan agar pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Surabaya dapat berjalan maksimal, terstandar, dan mampu menjangkau seluruh warga hingga ke pelosok kampung.
Bagi warga Penjaringansari sendiri, penyerahan alat timbang ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian besar terhadap kesehatan masyarakat bisa dimulai dari langkah sederhana yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. (ahm)

