METROTODAY, SURABAYA – Angka kematian jemaah haji tahun ini tercatat mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu.
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (14/5).
Menurutnya, fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini adalah menjamin ketertiban jemaah serta memaksimalkan kualitas pelayanan, baik selama persiapan di dalam negeri maupun saat nanti menjalani ibadah di Tanah Suci.
Ia juga menegaskan bahwa Embarkasi Surabaya merupakan pusat pelayanan terbesar di Indonesia.
“Tahun ini, kita fokus memastikan ketertiban jemaah, kemudian ketertiban pelayanan di dalam negeri maupun pelayanan di luar negeri. Alhamdulillah, Jawa Timur kan tahun ini jemaah hajinya paling besar. Embarkasi ini saja melayani 43.000 lebih jemaah haji dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Bali. Tentu saja, beban pelayanan terbesar ada di Jawa Timur ini,” papar Dahnil.
Ia mengapresiasi bahwa di tahun pertama penyelenggaraan di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah, berbagai peningkatan kualitas layanan sudah sangat terasa dan nyata hasilnya.
Kemajuan ini, kata dia, tidak lepas dari kerja sama sinergis antarinstansi mulai dari layanan keimigrasian jalur khusus Makkah Route, pihak kesehatan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), hingga dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah banyak peningkatan selama era Kementerian Haji yang pertama ini, peningkatan itu bisa dirasakan dan terlihat nyata. Artinya ini kerja sama tim yang alhamdulillah menghasilkan banyak kemajuan signifikan dalam konteks pelayanan,” jelasnya.
METROTODAY, SURABAYA – Angka kematian jemaah haji tahun ini tercatat mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu.
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (14/5).
Menurutnya, fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini adalah menjamin ketertiban jemaah serta memaksimalkan kualitas pelayanan, baik selama persiapan di dalam negeri maupun saat nanti menjalani ibadah di Tanah Suci.
Ia juga menegaskan bahwa Embarkasi Surabaya merupakan pusat pelayanan terbesar di Indonesia.
“Tahun ini, kita fokus memastikan ketertiban jemaah, kemudian ketertiban pelayanan di dalam negeri maupun pelayanan di luar negeri. Alhamdulillah, Jawa Timur kan tahun ini jemaah hajinya paling besar. Embarkasi ini saja melayani 43.000 lebih jemaah haji dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Bali. Tentu saja, beban pelayanan terbesar ada di Jawa Timur ini,” papar Dahnil.
Ia mengapresiasi bahwa di tahun pertama penyelenggaraan di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah, berbagai peningkatan kualitas layanan sudah sangat terasa dan nyata hasilnya.
Kemajuan ini, kata dia, tidak lepas dari kerja sama sinergis antarinstansi mulai dari layanan keimigrasian jalur khusus Makkah Route, pihak kesehatan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), hingga dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah banyak peningkatan selama era Kementerian Haji yang pertama ini, peningkatan itu bisa dirasakan dan terlihat nyata. Artinya ini kerja sama tim yang alhamdulillah menghasilkan banyak kemajuan signifikan dalam konteks pelayanan,” jelasnya.