13 March 2026, 1:54 AM WIB

Skenario Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah: Ubah Rute Penerbangan hingga Penundaan

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Pemerintah terus memonitor eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Sejumlah rencana mitigasi dirancang.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan ibadah haji 2026 masih berjalan sesuai rencana. ”Hari ini masih on schedule. Belum ada perubahan,” katanya di kompleks parlemen, Jakarta (11/3/2026).

Kendati demikian, pihaknya tidak menampik jika konflik antara Israel-Amerika dan Iran tersebut berpotensi mengganggu penerbangan haji. Terutama adanya penutupan ruang udara yang mengakibatkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional. ”Khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat Kemenhaj menyiapkan opsi penerbangan lewat Afrika. Pemerintah akan tetap memberangkatkan jemaah haji dengan mengalihkan rute penerbangan agar tidak lewat daerah yang berkonflik.

”Mitigasi jalur penerbangan dengan menggunakan jalur selatan via Samudra Hindia dan masuk melalui ruang udara Afrika Timur atau jalur aman lainnya,” kata Gus Irfan, sapaan karib Irfan Yusuf.

Namun, rute tersebut bisa berdampak pada waktu tempuh yang lebih panjang. Biaya juga bisa lebih mahal. Sebab, pesawat yang tidak punya jangkauan panjang harus melakukan transit terlebih dahulu.

Skenario lain adalah penundaan keberangkatan. Hal itu apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memanas dan berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji Indonesia.

Skenario tersebut memerlukan diplomasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Saudi. tujuannya, biaya yang sudah disetor untuk membayar layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan lainnya tidak hangus.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak secara terpisah menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah. Pesan presiden adalah memastikan keselamatan jemaah haji.

”Ini yang paling penting. Jadi, kita menyiapkan berbagai skenario dengan orientasi utama memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada bulan April,” jelasnya. (red/MT)

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Pemerintah terus memonitor eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Sejumlah rencana mitigasi dirancang.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan ibadah haji 2026 masih berjalan sesuai rencana. ”Hari ini masih on schedule. Belum ada perubahan,” katanya di kompleks parlemen, Jakarta (11/3/2026).

Kendati demikian, pihaknya tidak menampik jika konflik antara Israel-Amerika dan Iran tersebut berpotensi mengganggu penerbangan haji. Terutama adanya penutupan ruang udara yang mengakibatkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional. ”Khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat Kemenhaj menyiapkan opsi penerbangan lewat Afrika. Pemerintah akan tetap memberangkatkan jemaah haji dengan mengalihkan rute penerbangan agar tidak lewat daerah yang berkonflik.

”Mitigasi jalur penerbangan dengan menggunakan jalur selatan via Samudra Hindia dan masuk melalui ruang udara Afrika Timur atau jalur aman lainnya,” kata Gus Irfan, sapaan karib Irfan Yusuf.

Namun, rute tersebut bisa berdampak pada waktu tempuh yang lebih panjang. Biaya juga bisa lebih mahal. Sebab, pesawat yang tidak punya jangkauan panjang harus melakukan transit terlebih dahulu.

Skenario lain adalah penundaan keberangkatan. Hal itu apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memanas dan berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji Indonesia.

Skenario tersebut memerlukan diplomasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Saudi. tujuannya, biaya yang sudah disetor untuk membayar layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan lainnya tidak hangus.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak secara terpisah menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah. Pesan presiden adalah memastikan keselamatan jemaah haji.

”Ini yang paling penting. Jadi, kita menyiapkan berbagai skenario dengan orientasi utama memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada bulan April,” jelasnya. (red/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait