METROTODAY, SURABAYA – Anak berusia 10 tahun tenggelam di waduk belakang kelurahan Sambikerep, Surabaya, Selasa (10/3). Korban bernama Reyhan Ibnu Hafidz, siswa kelas 3 SDN Sambikerep 1 Surabaya yang berdomisili di Bungkal Gang 3 No. 51, RT 004/RW 003, Kelurahan Sambikerep, tengah mencari katak bersama dua temannya.
Korban diduga tidak bisa berenang sehingga menyebabkan tenggelam hingga di dasar waduk.
Ciri-ciri korban adalah kulit sawo matang, tinggi badan sekitar 130 cm, dan saat kejadian tidak memakai baju dan hanya celana pendek.
Menurut tetangga korban Majumah, Reyhan tidak bisa berenang dan awalnya sedang ingin bermain sepak bola di sekolah namun karena ditutup, akhirnya pergi mencari kodok di waduk.
“Katanya muncul dari air itu, lalu digendong. Posisi digendong, habis itu dijeburno (diceburkan) kata anak-anak tadi seperti itu,” ujar Majumah.
Ia juga menyampaikan cerita dari teman-teman korban tentang sosok misterius yang datang dari dalam air waduk dan bukan termasuk teman korban. “Katanya ada sosok misterius gitu yang datang dari dalam waduk lalu mengangkat Reyhan,” imbuhnya.
Korban diketahui masih duduk di kelas 3 SDN 1 Sambikerep dan merupakan anak tunggal.
Kabid Darlog (Kedaruratan dan Logistik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Linda Novanti menjelaskan bahwa petugas tiba di lokasi saat korban masih belum ditemukan dan langsung melakukan pencarian bersama projopati kelurahan Made.
“Petugas kami tiba di lokasi saat korban masih belum ditemukan dan langsung melakukan pencarian. Kami menggunakan teknik penyelaman manual. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan di dasar waduk sekitar 3 meter dari posisi awal tenggelam dengan kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.
Linda menambahkan, korban tenggelam ditemukan dengan kondisi masih di dasar waduk jarak kurang lebih 3 meter dari posisi awal tenggelam.
“Sebelumnya, saat kejadian, kedua temannya melihat korban meminta tolong dengan melambaikan tangan namun tak bisa berbuat banyak, kemudian mereka meminta bantuan warga di Kantor Kelurahan,” ujarnya.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi ke atas daratan dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi sebelum jenazah dibawa menggunakan ambulans PMI ke kamar jenazah RSUD Dr Soetomo untuk divisum, dengan didampingi keluarga.
BPBD Kota Surabaya memberikan bantuan berupa 3 paket makanan bergizi, 1 buah kain jarik, dan 1 buah kain kafan. (ahm)


