4 February 2026, 8:50 AM WIB

Dorong Dosen Hasilkan Publikasi Scopus, ITS Ajukan Dana SRG 2026 Rp83 Miliar

METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmen pada penguatan kinerja riset dan publikasi ilmiah dalam upaya mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi Top 300 Dunia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Strategic Research Grant (SRG) 2026 yang telah dirumuskan pada rapat pimpinan beberapa waktu lalu.

Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengatakan bahwa SRG 2026 merupakan skema hibah riset non-kompetisi berbasis kinerja keilmuan.

“SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi,” ujarnya, Kamis (15/1).

Ia menekankan bahwa skema ini berorientasi pada kesiapan dosen untuk menghasilkan riset berkualitas dalam upaya meningkatkan H-Index.

Beberapa tujuan strategis yang menjadi fokus adalah peningkatan kualitas dan produktivitas riset dosen, penguatan ekosistem kolaboratif, serta regenerasi peneliti. ITS menargetkan sebanyak 1.186 proposal penelitian dapat selesai direview hingga akhir Januari sebelum tahap pencairan dana.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhamad Hatta menjelaskan bahwa ITS mengalokasikan anggaran hingga Rp 83 miliar untuk mendukung program ini.

Dana riset akan dibagi ke dalam empat tipe: tipe A sebesar Rp 30 juta (target artikel Scopus Q4), tipe B sebesar Rp 40 juta (target Scopus Q3), tipe C sebesar Rp 50 juta (target Scopus Q2 dan rekomendasi kolaborasi industri), serta tipe D sebesar Rp 100 juta (target satu artikel Scopus Q1).

Lelaki yang akrab disapa Hatta ini juga menyampaikan capaian riset ITS yang cukup kuat secara nasional.

Pada tahun 2025, ITS tercatat menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah proposal Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) terbanyak yang didanai, yakni sebanyak 254 proposal.

“ITS juga meraih Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025 pada subkategori Skor Penelitian Tertinggi,” tambahnya.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany mengungkapkan beberapa tantangan yang perlu diatasi guna mencapai visi ITS Top 300 Dunia.

Antara lain: 157 dosen yang belum memiliki H-index, tingkat sitasi publikasi yang berada di peringkat keempat di antara PTN-BH, serta kurangnya dukungan bagi dosen magister dalam meningkatkan publikasi ilmiah.

Untuk mengatasi hal tersebut, dosen dari Departemen Teknik Kimia ITS tersebut menjelaskan bahwa DRPM mendukung SRG 2026 melalui program pendampingan seperti pelatihan penulisan proposal dan artikel ilmiah, akses premium Editage Plus, serta layanan proofreading.

“Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmen pada penguatan kinerja riset dan publikasi ilmiah dalam upaya mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi Top 300 Dunia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Strategic Research Grant (SRG) 2026 yang telah dirumuskan pada rapat pimpinan beberapa waktu lalu.

Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengatakan bahwa SRG 2026 merupakan skema hibah riset non-kompetisi berbasis kinerja keilmuan.

“SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi,” ujarnya, Kamis (15/1).

Ia menekankan bahwa skema ini berorientasi pada kesiapan dosen untuk menghasilkan riset berkualitas dalam upaya meningkatkan H-Index.

Beberapa tujuan strategis yang menjadi fokus adalah peningkatan kualitas dan produktivitas riset dosen, penguatan ekosistem kolaboratif, serta regenerasi peneliti. ITS menargetkan sebanyak 1.186 proposal penelitian dapat selesai direview hingga akhir Januari sebelum tahap pencairan dana.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhamad Hatta menjelaskan bahwa ITS mengalokasikan anggaran hingga Rp 83 miliar untuk mendukung program ini.

Dana riset akan dibagi ke dalam empat tipe: tipe A sebesar Rp 30 juta (target artikel Scopus Q4), tipe B sebesar Rp 40 juta (target Scopus Q3), tipe C sebesar Rp 50 juta (target Scopus Q2 dan rekomendasi kolaborasi industri), serta tipe D sebesar Rp 100 juta (target satu artikel Scopus Q1).

Lelaki yang akrab disapa Hatta ini juga menyampaikan capaian riset ITS yang cukup kuat secara nasional.

Pada tahun 2025, ITS tercatat menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah proposal Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) terbanyak yang didanai, yakni sebanyak 254 proposal.

“ITS juga meraih Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025 pada subkategori Skor Penelitian Tertinggi,” tambahnya.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany mengungkapkan beberapa tantangan yang perlu diatasi guna mencapai visi ITS Top 300 Dunia.

Antara lain: 157 dosen yang belum memiliki H-index, tingkat sitasi publikasi yang berada di peringkat keempat di antara PTN-BH, serta kurangnya dukungan bagi dosen magister dalam meningkatkan publikasi ilmiah.

Untuk mengatasi hal tersebut, dosen dari Departemen Teknik Kimia ITS tersebut menjelaskan bahwa DRPM mendukung SRG 2026 melalui program pendampingan seperti pelatihan penulisan proposal dan artikel ilmiah, akses premium Editage Plus, serta layanan proofreading.

“Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait