METROTODAY, MANCHESTER – Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa. Penyerang berusia 28 tahun itu kini berada dalam situasi yang rumit setelah masa peminjamannya bersama Barcelona berakhir.
Di tengah gantungan ketidakpastian tersebut, tiga pihak masing-masing memiliki harapan yang berbeda. Rashford berharap menetap di Camp Nou, Manchester United menginginkan kejelasan status sang pemain secepat mungkin, sementara Barcelona masih menimbang langkah terbaik setelah sukses mengamankan tanda tangan Anthony Gordon.
Selama semusim terakhir, Rashford berhasil menemukan kembali performanya yang sempat meredup di Old Trafford. Bersama Barcelona, ia menjadi salah satu pemain penting dalam rotasi lini serang dengan kontribusi 14 gol dan 11 asis di berbagai kompetisi.
Performa tersebut membuat sebagian Blaugrana (fans Barcelona) berharap klub mempermanenkannya. Namun hingga pertengahan Juni, Barcelona belum mengambil keputusann final mengenai masa depannya.
Dari sisi Rashford, keinginannya terbilang sangat jelas. Mundo Deportivo menyebut pemain timnas Inggris itu masih memprioritaskan Barcelona dibanding opsi lain yang mulai berebut tanda tangannya, baik dari Liga inggris hingga Arab Saudi.
Bahkan, Rashford dikabarkan siap menerima pemotongan gaji yang cukup signifikan agar Barcelona dapat menyesuaikan struktur keuangan mereka dengan regulasi Financial Fair Play La Liga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa motivasi utamanya bukan semata persoalan finansial, melainkan kesempatan melanjutkan proyek yang sudah ia mulai di Catalonia.
Keinginan Rashford bertahan juga dipengaruhi oleh kenyamanannya di lingkungan Barcelona. Menurut laporan media Catalan, ia merasa mendapatkan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang selama periode terakhirnya di Manchester Uniteed.
Hubungannya dengan rekan setim, staf pelatih, hingga kehidupan di kota Barcelona disebut menjadi faktor yang membuatnya belum ingin meninggalkan Spanyol.
Dalam percakapannya yang bocor dengan Anthony Gordon, Rashford disebut memberikan gambaran yang sangat positif mengenai kehidupan di Camp Nou.
Sementara itu, Manchester United memiliki harapan yang berbeda. Manajemen Setan Merah (julukan Manchester United) dilaporkan tidak ingin kembali Rashford dengan status pinjaman. Klub lebih memilih transfer permanen apabila sang pemain memang tidak masuk rencana Michael Carrick musim depan.
Selain memberikan kepastian terhadap komposisi skuad, penjualan Rashford juga akan membantu United mengurangi beban pengeluaran gaji sekaligus memberi ruang finansial untuk merekrut pemain baru.

