METROTODAY.ID, SAN FRANSISCO – Timnas Austria sukses mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas debutan Yordania pada laga Grup J yang berlangsung di San Fransisco Bay Area Stadium, California, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) siang hari WIB.
Meski berstatus unggulan, Austria harus bekerja keras sebelum akhirnya mengamankan tiga poin lewat “gol kesiangan” yang mematahkan perlawanan sengit wakil Asia tersebut.
Austria tampil dominan sejak menit-menit awal mengandalkan permainan gegenpressing khas racikan Ralf Rangnick. Namun, Yordania yang menjalani debut bersejarah di Piala Dunia tampil tanpa rasa gugup walau tanpa diperkuat pemain andalan mereka, Yazan Al-Naimat yang dibekap cedera.
Yordania beberapa kali mampu mengancam lewat serangan balik cepat yang dipimpin Mousa Al-Tamari dan Ali Olwan. Kecepatan kedua sayap Al-Nashama (julukan Yordania) sempat membuat David Alaba dan kawan-kawan kelimpungan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-21, Gelandang Austria, Romano Schmid, melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Yazeed Abulaila. Gol indah tersebut mengangkat derajat Austria unggul 1-0 sekaligus membakar kepercayaan diri para pemain Eropa itu.
Sempat tertinggal satu gol tidak membuat finalis Piala Asia 2023 tersebut menyerah. Baru lima menit babak kedua berjalan, Ali Olwan mencatatkan namanya di papan skor.
Penyerang berusia 25 tahun itu melepaskan pelatuk yang membuat bola menghantam tiang terlebih dahulu sebelum masuk ke gawang Alexander Schlager. Gol Olwan menjadi gol pertama Yordania sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Gol Yordania merangsang jalan pertandingan semakin terbuka. Austria sempat mengira telah kembali unggul ketika Marko Arnataovic mencetak gol pada menit ke-69. Namun setelah pengecekan VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi handball dalam proses terjadinya gol.
Dilansir dari Reuters, momentum pertandingan akhirnya berubah pada menit ke-76. Berawal dari situasi bola mati, bek Yazan Al-Arab secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri saat berusaha menghalau tendangan Austria. Gol bunuh diri tersebut membuat Austria kembali unggul 2-1 ketika laga memasuki 15 menit akhir yang krusial.
Saat Yordania berusaha mati-matian mencari gol penyama kedudukan, Austria justru dihadiahi penalti oleh Dahane Beida. Wasit asal Mauritania menunjuk titik putih sebab menganggap ada handball dari pemain belakang Yordania.
Marko Arnatovic menyelesaikan penalti dengan mulus ke gawang Yordania dan memastikan oleh-oleh tiga poin untuk kemenangan Das Team (julukan Austria).
Dikabarkan oleh The Guardian, banyak media internasional menilai Yordania kalah secara terhormat.
Sebab, debutan asal Timur Tengah itu tampil berani dan tidak bermain defensif sepanjang 90 menit berjalan. Bahkan menurut statistik pertandingan yang dirilis Sofascore, Yordania mampu menyamai jumlah tembakan tepat sasaran Austria, ini tentu merupakan catatan bagus untuk tim debutan Piala Dunia.
Pascapertandingan, pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengatakan pertandingan berjalan jauh lebih rumit dari yang ia kira. Mantan pelatih Manchester United itu memuji keberanian Yordania berduel melawan anak asuhnya.
Kemenangan Austria membuat tim berwarna dasar merah itu menempel Argentina di papan atas Grup J. Tantangan yang jauh lebih berat ada pada pertandingan “hidup-mati” menghadapi Argentina, agar lolos ke fase gugur sebagai juara grup. (ezaar/mt)

