Ledakan Diduga Akibat Kebocoran Tabung Gas, Enam Rumah di Kupang Segunting Surabaya Rusak

METROTODAY, SURABAYA - Sebuah ledakan yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas LPG 12 kg merusak enam rumah di kawasan Kupang Segunting, Surabaya, Senin (26/10).

Peristiwa itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut salah satu warga Agus ledakan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, dengan getaran yang terasa seperti gempa bumi. “Tadi itu jam 07.15 WIB ledakannya. Rasanya kayak gempa,” kata Agus.

Ia menyampaikan bahwa dua orang korban luka bakar adalah Jeni, 75, pemilik rumah tempat kejadian, dan Rut,76, tetangganya. Anak dari Jeni dilaporkan tidak mengalami cedera.

“Yang kena itu dua orang yang satu pemilik rumah Bu Jeni. Satunya itu tetangganya Bu Rut. Kalau anaknya Bu Jeni nggak apa‑apa,” ujarnya.

Petugas BPBD Surabaya Musa menjelaskan bahwa kondisi Jeni cukup serius dengan luka bakar sekitar 60 persen.

Berdasarkan informasi awal, diduga tidak ada aktivitas memasak saat ledakan terjadi. “Iya yang di Soewandhi itu luka parah sekitar 60 persen,” kata Musa.

Sementara itu Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto menambahkan bahwa kedua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Korban bernama Jeni dirawat di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, sedangkan Rut di RS William Booth. Ledakan itu merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. “Total kerusakan rumah terdapat enam rumah,” pungkasnya.

Satu tabung gas dan satu kipas angin telah diamankan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA - Sebuah ledakan yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas LPG 12 kg merusak enam rumah di kawasan Kupang Segunting, Surabaya, Senin (26/10).

Peristiwa itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut salah satu warga Agus ledakan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, dengan getaran yang terasa seperti gempa bumi. “Tadi itu jam 07.15 WIB ledakannya. Rasanya kayak gempa,” kata Agus.

Ia menyampaikan bahwa dua orang korban luka bakar adalah Jeni, 75, pemilik rumah tempat kejadian, dan Rut,76, tetangganya. Anak dari Jeni dilaporkan tidak mengalami cedera.

“Yang kena itu dua orang yang satu pemilik rumah Bu Jeni. Satunya itu tetangganya Bu Rut. Kalau anaknya Bu Jeni nggak apa‑apa,” ujarnya.

Petugas BPBD Surabaya Musa menjelaskan bahwa kondisi Jeni cukup serius dengan luka bakar sekitar 60 persen.

Berdasarkan informasi awal, diduga tidak ada aktivitas memasak saat ledakan terjadi. “Iya yang di Soewandhi itu luka parah sekitar 60 persen,” kata Musa.

Sementara itu Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto menambahkan bahwa kedua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Korban bernama Jeni dirawat di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, sedangkan Rut di RS William Booth. Ledakan itu merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. “Total kerusakan rumah terdapat enam rumah,” pungkasnya.

Satu tabung gas dan satu kipas angin telah diamankan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait