METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penindakan tegas terhadap praktik pungutan liar (pungli) tanpa pandang bulu demi tata kelola yang bersih.
Saat ini Pemkot Surabaya sedang menelusuri dugaan kasus pungli baru yang melibatkan satu oknum ASN. Eri meminta korban maupun pelaku berani mengungkap siapa saja yang menerima aliran dana, termasuk hingga ke tingkatan atasan.
“Saya berharap teman-teman yang pernah menyampaikan ini, tolong sampaikan. Kalau ada orang masuk berbayar tapi tidak menyampaikan, waktu diproses lalu ternyata berbayar, bisa kena sanksi juga. Saya ingin tahu uang itu disetor ke siapa, apakah melibatkan atasannya atau tidak, agar Pemkot benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujar Eri, Selasa (22/9).

Pemkot memberikan peluang keringanan sanksi bagi pihak yang bersedia menjadi justice collaborator dan membongkar keterlibatan pejabat hingga Kepala Dinas. Sebaliknya, yang diam saja tetap dikenakan sanksi penuh.
“Kalau tenaga kontrak, ada pungli langsung dikeluarkan. Untuk ASN, ada proses hukum berat yang dilaporkan ke BKN sebelum pemecatan. Namun, kalau mereka berani jadi justice collaborator dan membongkar siapa saja atasan atau Kadis yang menerima, sanksinya akan saya kurangi. Kalau diam saja, sanksinya tetap berhenti di dia,” tegasnya.
Seluruh Kepala Dinas diminta menyampaikan instruksi ini kepada seluruh staf agar pemahaman menyeluruh tercapai.
Di kesempatan yang sama, Eri juga mengingatkan para pejabat untuk merasakan langsung kondisi warga. Apel digelar di bawah terik matahari sebagai pengingat agar tidak hanya berdiam di ruangan ber-AC.
“Warga Surabaya mencari nafkah tidak kenal siang atau malam. Pemimpin jangan hanya di dalam ruangan, tidak tahu panasnya matahari. Ayo rasakan panasnya, agar tahu apa yang dirasakan warga, lalu turun memberikan kesejahteraan,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran kelulusan berbayar. Seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan melalui Panitia Seleksi resmi dan gratis.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur atau tertipu oleh oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang,” katanya.
Warga yang menemukan atau menjadi korban diminta segera melapor melalui Command Center 112 maupun nomor WhatsApp resmi Dishub Surabaya.
“Setiap rekrutmen pasti terbuka melalui Pansel. Jika ada yang meminta uang, itu dipastikan oknum. Silakan langsung laporkan kepada kami,” pungkasnya. (ahm)


