Karena itu, Eri menegaskan data desil harus dibaca beriringan dengan verifikasi kondisi nyata di lapangan. Warga yang berada di Desil 4 maupun Desil 5 tidak berarti otomatis tidak membutuhkan bantuan sosial.
“Dari sini ada pembelajaran, tidak semua orang yang masuk Desil 4 atau Desil 5 dan tidak mendapatkan bantuan itu berarti tidak perlu dibantu. Bisa saja mereka masuk Desil 4 atau Desil 5, tetapi tetap harus mendapatkan bantuan, contohnya seperti Mbah Sum tadi,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa data desil sendiri disusun dan dihitung oleh Badan Pusat Statistik, bukan Pemerintah Kota Surabaya, dan didasarkan pada indikator‑indikator tertentu.
“Misalnya, orang yang tidak memiliki rumah dan tidak memiliki kendaraan masuk desil paling rendah, yaitu Desil 1. Kemudian yang memiliki kendaraan naik ke Desil 2, dan yang memiliki aset berupa rumah naik ke Desil 3,” bebernya.
Agar warga yang benar‑benar membutuhkan tidak terlewat, Eri meminta jajaran perangkat wilayah mulai dari ketua RT, RW, Lurah, Camat, hingga tokoh masyarakat ikut turun memverifikasi kondisi warga secara langsung.
“Kampung Wonorejo ini nantinya menjadi percontohan. Insyaallah daerah lainnya juga akan mengikuti,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa perbaikan rumah Sumaiyah akan dilakukan secara menyeluruh.
Pekerjaan meliputi peninggian lantai, perbaikan ruang mandi dan sanitasi, peninggian atap, penyesuaian kusen pintu dan jendela, hingga pembenahan struktur lantai tingkat atau mezzanine.
“Perbaikannya nanti akan kita lakukan peninggian lantai dan perbaikan toilet. Kita tinggikan atapnya termasuk nanti begitu lantai dinaikkan, kusen‑kusen semua akan kita tinggikan dan ada perbaikan di area mezzanine,” ujar Iman.
Ia juga menambahkan kondisi struktur atap rumah sudah cukup rapuh dan berisiko, sehingga pembenahan menjadi hal yang mendesak.
“Dan bisa kelihatan ini area konstruksi atapnya juga lumayan sudah rapuh, itu yang akan kita benahi,” pungkasnya. (ahm)


