Triwulan III 2026: 1.845 Warga Turun Desil, 345 Naik, 1.093 Tetap, Ini Penjelasan Dinsos Surabaya

“Kalau ada masyarakat yang merasa dirinya dalam kondisi tidak mampu, tetapi desilnya di atas 1–5, maka ada mekanisme sanggah,” ujar Antiek.

“Nanti di sana bisa menyampaikan usulan sanggah untuk memasukkan identitasnya di desil itu alasannya menyanggah karena apa. Kemudian nanti ada unggah bukti, ada foto rumah, kondisi rumah di dalam, dan nanti akan ada hasilnya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengajak pengurus RT dan RW untuk ikut memantau kondisi warga di lingkungannya. Warga yang sesungguhnya kurang mampu namun tercatat di desil 6–10, atau sebaliknya warga sudah mampu namun masih masuk desil 1–5, agar segera dilaporkan ke kelurahan untuk diverifikasi ulang.

“Kalau memang warganya pada posisi tidak mampu, kondisinya berada di desil 6–10, monggo didata kemudian disampaikan ke kelurahan untuk kami turun bersama-sama (outreach), kami usulkan untuk pembaruan,” tuturnya.

“Sehingga kami juga lakukan pemutakhiran data,” imbuhnya.

Antiek berharap seluruh pihak bekerja sama agar data sosial ekonomi semakin akurat, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan.

“Jadi kesempatan ini mari kita memperbaiki bersama-sama data itu dan supaya bantuan ini bisa tepat sasaran, itu adalah mereka yang betul-betul membutuhkan,” pungkasnya. (ahm)

“Kalau ada masyarakat yang merasa dirinya dalam kondisi tidak mampu, tetapi desilnya di atas 1–5, maka ada mekanisme sanggah,” ujar Antiek.

“Nanti di sana bisa menyampaikan usulan sanggah untuk memasukkan identitasnya di desil itu alasannya menyanggah karena apa. Kemudian nanti ada unggah bukti, ada foto rumah, kondisi rumah di dalam, dan nanti akan ada hasilnya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengajak pengurus RT dan RW untuk ikut memantau kondisi warga di lingkungannya. Warga yang sesungguhnya kurang mampu namun tercatat di desil 6–10, atau sebaliknya warga sudah mampu namun masih masuk desil 1–5, agar segera dilaporkan ke kelurahan untuk diverifikasi ulang.

“Kalau memang warganya pada posisi tidak mampu, kondisinya berada di desil 6–10, monggo didata kemudian disampaikan ke kelurahan untuk kami turun bersama-sama (outreach), kami usulkan untuk pembaruan,” tuturnya.

“Sehingga kami juga lakukan pemutakhiran data,” imbuhnya.

Antiek berharap seluruh pihak bekerja sama agar data sosial ekonomi semakin akurat, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan.

“Jadi kesempatan ini mari kita memperbaiki bersama-sama data itu dan supaya bantuan ini bisa tepat sasaran, itu adalah mereka yang betul-betul membutuhkan,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait