Perwakilan MURI, Almy Birama Jufaransyah, menilai kegiatan ini menjadi terobosan penting di lingkungan institusi pendidikan. Rekor yang dicatat adalah partisipasi lebih dari 150 penyandang disabilitas dalam satu rangkaian kegiatan yoga secara bersamaan.
“Selama ini yoga memang melibatkan banyak orang, namun apa yang dilakukan Unesa sangat istimewa. Di lingkungan perguruan tinggi, ini adalah yang pertama. Kami berharap rekor ini memicu kampus lain untuk melakukan hal serupa, agar lebih banyak ruang inklusif terbuka,” ujarnya.
Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, bahkan menilai pencapaian ini melampaui skala nasional. Ia meyakini kegiatan ini menjadi yang pertama di dunia dengan jumlah peserta disabilitas sebanyak itu.
“Ini bukan hanya rekor Indonesia, saya sangat yakin ini adalah rekor dunia. Belum ada tempat lain yang melibatkan lebih dari 150 penyandang disabilitas dalam satu sesi yoga. Surabaya dan Indonesia menunjukkan kepemimpinan dalam hal inklusi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa yoga adalah aktivitas untuk semua orang, tanpa memandang kondisi fisik yang dimiliki.
“Pesan yang disampaikan hari ini sangat penting bagi dunia: yoga ramah bagi penyandang disabilitas. Ada gerakan yang sesuai untuk setiap kondisi, dan semuanya membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran,” pungkasnya. (ahm)
Perwakilan MURI, Almy Birama Jufaransyah, menilai kegiatan ini menjadi terobosan penting di lingkungan institusi pendidikan. Rekor yang dicatat adalah partisipasi lebih dari 150 penyandang disabilitas dalam satu rangkaian kegiatan yoga secara bersamaan.
“Selama ini yoga memang melibatkan banyak orang, namun apa yang dilakukan Unesa sangat istimewa. Di lingkungan perguruan tinggi, ini adalah yang pertama. Kami berharap rekor ini memicu kampus lain untuk melakukan hal serupa, agar lebih banyak ruang inklusif terbuka,” ujarnya.
Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, bahkan menilai pencapaian ini melampaui skala nasional. Ia meyakini kegiatan ini menjadi yang pertama di dunia dengan jumlah peserta disabilitas sebanyak itu.
“Ini bukan hanya rekor Indonesia, saya sangat yakin ini adalah rekor dunia. Belum ada tempat lain yang melibatkan lebih dari 150 penyandang disabilitas dalam satu sesi yoga. Surabaya dan Indonesia menunjukkan kepemimpinan dalam hal inklusi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa yoga adalah aktivitas untuk semua orang, tanpa memandang kondisi fisik yang dimiliki.
“Pesan yang disampaikan hari ini sangat penting bagi dunia: yoga ramah bagi penyandang disabilitas. Ada gerakan yang sesuai untuk setiap kondisi, dan semuanya membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran,” pungkasnya. (ahm)