Misteri Hilangnya Jogo Bonito Terakhir Brasil di Piala Dunia 2026: Ancelotti Konfirmasi Neymar Disiapkan untuk Hadapi Skotlandia

METROTODAY, PHILADELPHIA – Absennya Neymar Junior dalam dua laga awal Brasil di Piala Dunia 2026 memunculkan tanda tanya besar di kalangan publik Brasilia.

Saat tim Samba ditahan Maroko 1-1 dan kemudian menundukkan Haiti 3-0, sosok pemilik nomor punggung 10 itu tak terlihat beraksi di lapangan, bahkan tak terlihat di bangku cadangan.

Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh keputusan teknis, melainkan karena Neymar masih menjalani pemulihan cedera yang ia alami ketika membela Santos sebelum bergabung dengan skuad Brasil menuju Amerika Serikat.

Menurut laporan Goal dan ESPN, cedera otot betis yang diderita Neymar membuat proses pemulihannya berjalan lebih lambat dari perkiraan awal.

Pelatih Brasil, Don Carlo (sapaan Ancelotti), memang sejak awal menegaskan bahwa Neymar tetap menjadi bagian penting dari rencananya di Piala Dunia 2026. Juru taktik asal Italia itu bahkan memasukkan nama sang bintang ke dalam skuad akhir meski mengetahui kondisi fisiknya belum sepenuhnya prima.

Ancelotti mengatakan pihaknya menerima laporan dari Santos mengenai pembengkakan dan masalah fisik yang didera Neymar sebelum pemusatan latiham dihelat.

Meski demikian, ia memilih mempertahankan eks pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut karena percaya sang pemain masih dapat memberikan kontribusi pada fase-fase krusial Piala Dunia 2026.

Optimisme Ancelotti terlihat konsisten sejak pengumuman skuad. Ia beberapa kali menegaskan bahwa sang jogo bonito terakhir terus bekerja keras mengejar kebugaran dan staf medis Brasil senantiasa memantau perkembangan sang pemain setiap hari.

Ketika Neymar dipastikan absen pada laga kontra Maroko dan Haiti, eks pelatih Real Madrid itu tidak menunjukkan kepanikan.

Di tengah absennya Neymar, Brasil justru menemukan sosok pemimpin baru di lapangan melalui Vinicius Junior.

Penyerang Real Madrid tersebut tampil menonjol saat menghadapi Maroko dan Haiti. Sejauh ini, Vini sudah mencetak dua gol dalam dua laga Brasil di Piala Dunia 2026.

Media Inggris The Guardian bahkan menilai bahwa hampir seluruh aliran serangan Brasil berpusat pada Vinicius, sementara Neymar untuk sementara hanya menjadi sumber dukungan moral dari tribun.

Kabar baik dari skuad Selecao datang dari konferensi pers pascalaga usai kemenangan 3-0 atas Haiti.

Carlo Ancelotti mengonfirmasi bahwa Neymar telah disiapkan untuk berlatih dan diproyeksikan masuk dalam skuad pertandingan saat Brasil menantang Skotlandia pada laga pamungkas Grup C.

“Neymar kembali. Dia akan siap untuk pertandingan melawan Skotlandia. Neymar akan berlatih secara individu pada hari sabtu, dan dengan skuad pada hari minggu, ia akan tersedia untuk pertandingan melawan Skotlandia,” konfirmasi Ancelotti dalan konferensi pers.

Kehadiran penyerang berusia 34 tahun itu tentu disinyalir menjadi angin segar bagi Brasil. Sebab, ia kemungkinan akan diplot menggantikan Raphinha yang mengalami cedera otot saat berlaga melawan Haiti tadi pagi. (ezaar/mt)

METROTODAY, PHILADELPHIA – Absennya Neymar Junior dalam dua laga awal Brasil di Piala Dunia 2026 memunculkan tanda tanya besar di kalangan publik Brasilia.

Saat tim Samba ditahan Maroko 1-1 dan kemudian menundukkan Haiti 3-0, sosok pemilik nomor punggung 10 itu tak terlihat beraksi di lapangan, bahkan tak terlihat di bangku cadangan.

Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh keputusan teknis, melainkan karena Neymar masih menjalani pemulihan cedera yang ia alami ketika membela Santos sebelum bergabung dengan skuad Brasil menuju Amerika Serikat.

Menurut laporan Goal dan ESPN, cedera otot betis yang diderita Neymar membuat proses pemulihannya berjalan lebih lambat dari perkiraan awal.

Pelatih Brasil, Don Carlo (sapaan Ancelotti), memang sejak awal menegaskan bahwa Neymar tetap menjadi bagian penting dari rencananya di Piala Dunia 2026. Juru taktik asal Italia itu bahkan memasukkan nama sang bintang ke dalam skuad akhir meski mengetahui kondisi fisiknya belum sepenuhnya prima.

Ancelotti mengatakan pihaknya menerima laporan dari Santos mengenai pembengkakan dan masalah fisik yang didera Neymar sebelum pemusatan latiham dihelat.

Meski demikian, ia memilih mempertahankan eks pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut karena percaya sang pemain masih dapat memberikan kontribusi pada fase-fase krusial Piala Dunia 2026.

Optimisme Ancelotti terlihat konsisten sejak pengumuman skuad. Ia beberapa kali menegaskan bahwa sang jogo bonito terakhir terus bekerja keras mengejar kebugaran dan staf medis Brasil senantiasa memantau perkembangan sang pemain setiap hari.

Ketika Neymar dipastikan absen pada laga kontra Maroko dan Haiti, eks pelatih Real Madrid itu tidak menunjukkan kepanikan.

Di tengah absennya Neymar, Brasil justru menemukan sosok pemimpin baru di lapangan melalui Vinicius Junior.

Penyerang Real Madrid tersebut tampil menonjol saat menghadapi Maroko dan Haiti. Sejauh ini, Vini sudah mencetak dua gol dalam dua laga Brasil di Piala Dunia 2026.

Media Inggris The Guardian bahkan menilai bahwa hampir seluruh aliran serangan Brasil berpusat pada Vinicius, sementara Neymar untuk sementara hanya menjadi sumber dukungan moral dari tribun.

Kabar baik dari skuad Selecao datang dari konferensi pers pascalaga usai kemenangan 3-0 atas Haiti.

Carlo Ancelotti mengonfirmasi bahwa Neymar telah disiapkan untuk berlatih dan diproyeksikan masuk dalam skuad pertandingan saat Brasil menantang Skotlandia pada laga pamungkas Grup C.

“Neymar kembali. Dia akan siap untuk pertandingan melawan Skotlandia. Neymar akan berlatih secara individu pada hari sabtu, dan dengan skuad pada hari minggu, ia akan tersedia untuk pertandingan melawan Skotlandia,” konfirmasi Ancelotti dalan konferensi pers.

Kehadiran penyerang berusia 34 tahun itu tentu disinyalir menjadi angin segar bagi Brasil. Sebab, ia kemungkinan akan diplot menggantikan Raphinha yang mengalami cedera otot saat berlaga melawan Haiti tadi pagi. (ezaar/mt)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait