Manfaat nyata program ini dirasakan langsung oleh Nanik, warga Teluk Bone Tengah RT 06. Saat ayahnya meninggal tahun 2024, ia sama sekali tidak sempat memikirkan pengurusan administrasi karena ketidaktahuan dan suasana duka.
“Beberapa hari setelah bapak meninggal, Pak Mus (petugas kecamatan) datang ke rumah. Ternyata surat kematian bapak sudah selesai diuruskan oleh beliau. Saya kaget sekaligus bersyukur,” cerita Bu Nanik.
Pengalaman serupa juga dirasakan Yurika, warga Kelurahan Perak Barat yang memiliki anak balita. Ia membandingkan kemudahan layanan saat ini dengan pengurusan daring tahun sebelumnya yang terasa sulit.
“Pengalaman tahun lalu, saya coba daftar online sendiri dan verifikasinya terasa ribet. Tapi sekarang dibantu petugas kecamatan, semuanya jauh lebih mudah. Kita tidak perlu susah bingung memegang HP untuk daftar sendiri,” kata Yurika.
Ia menambahkan pelayanan petugas sangat responsif dan memberikan solusi praktis. Saat sempat lupa membawa buku nikah asli, petugas menyarankan pengiriman lewat foto WhatsApp saja.
“Petugas bilang, ‘Ibunya pulang saja, nanti kirim foto dokumen aslinya ke nomor WhatsApp kami. Cukup lewat WA asal fotonya lengkap dan jelas.’ Besoknya langsung jadi. Ini sangat menghemat waktu, beres sambil saya mengasuh anak di rumah,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerima kunjungan pengawasan dari tim Ombudsman Jawa Timur terkait pelaksanaan…
S, 50 tahun, warga Kalianak Timur Gang Rachmat, Surabaya. Ia menjadi korban pencurian kendaraan bermotor…
Pemkab Sidoarjo mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui program betonisasi sejumlah ruas strategis pada 2026. Langkah…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat penerima manfaat di…
Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi internasional, Quacquarelli Symonds (QS), resmi merilis hasil terbaru QS World University…
Timnas Meksiko memastikan diri menjadi negara pertama yang melaju ke babak 32 besar Piala Dunia…
This website uses cookies.