METROTODAY, SURABAYA – Momen Idul Adha selalu identik dengan kisah menegangkan dari hewan kurban yang akan disembelih.
Di Surabaya sebanyak empat kejadian sapi mengamuk dan lepas kendali dalam waktu hampir bersamaan di beberapa kawasan
Sapi tersebut tidak hanya berontak saat diturunkan dari kendaraan, namun ada yang lari tak terkendali hingga jatuh masuk ke selokan, sungai, bahkan lubang saluran air yang sangat dalam.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M Rokhim, mengatakan pemicu utama sapi berukuran besar ini mengamuk adalah kondisi stres, kaget, dan ketakutan akibat perubahan lingkungan serta keramaian warga yang menonton.

“Biasanya kalau sapi itu takut. Karena tempatnya di kandang terus banyak anak-anak nonton, terus sapi jadi takut terus lari-lari, akhirnya tercebur. Semua kasus itu penyebabnya hampir sama, kaget dan stres,” ungkap Rokhim, Rabu (27/5).
Rokhim menjelaskan kejadian bermula sejak Selasa (26/5) atau H-1 Idul Adha. Di kawasan Benowo, seekor sapi tiba-tiba berontak saat hendak dikeluarkan dari mobil pikap hingga terperosok masuk ke selokan.
Selain itu di hari yang sama, di kawasan Royal Residence, Wiyung, seekor sapi berlari liar dan mengamuk saat hendak diikat.
Ketegangan berlanjut di kawasan Karah Indah, Jambangan, di mana dua ekor sapi terlepas ikatan setelah diturunkan dari kendaraan, panik, dan akhirnya masuk ke selokan.
Puncaknya, pada Rabu (27/5) dini hari sekitar pukul 03.15 WIB, insiden paling serius terjadi di Sememi, Benowo.

