Hendak Disembelih Banyak Sapi Kurban di Surabaya Mengamuk, Masuk ke Selokan Kaki dan Leher Patah

Seekor sapi terlepas dan jatuh ke lubang saluran sedalam 60 meter, hingga mengalami cedera parah berupa patah kaki dan leher. Petugas harus mengerahkan alat berat berupa crane untuk evakuasi.

Dari keempat kasus di lokasi Raci, Jambangan, Babatan, dan Sememi, Rokhim mengakui evakuasi di Sememi adalah yang paling sulit untuk dievakuasi dan memakan waktu paling lama.

Meski bobot sapinya hanya sekitar setengah ton, lokasi jatuhnya yang sempit dan sangat dalam menyulitkan gerak petugas.

“Yang lama itu yang tadi dini hari di Sememi, butuh waktu sekitar 2 jam. Soalnya harus pakai unit HDR. Lubangnya dalam dan sempit, jadi sulit aksesnya. Besarnya enggak terlalu besar, paling enggak sampai setengah ton kayaknya, tapi karena faktor kedalaman itulah yang menyulitkan,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026-05-27 at 19.54.28
Petugas rescue DPKP Kota Surabaya saat mengevakuasi sapi yang terperosok di saluran hingga menyebabkan cedera sebelum disembelih. (Foto: istimewa)

Dari 5 ekor sapi, satu di antaranya hanya berlari, sementara 4 lainnya terjatuh ke sungai maupun saluran air. Beruntung, meski membuat warga panik dan heboh, tidak ada korban jiwa maupun warga terluka akibat seruduk atau tendangan. Hanya hewan itu sendiri yang mengalami stres dan cedera fisik.

“Yang satu cuma lari, yang empat tercebur. Tapi syukurnya enggak ada korban. Tidak ada yang kena seruduk atau terluka, cuma sapinya saja yang mengalami stres dan cedera,” tegasnya.

Tingginya frekuensi kejadian, DPKP Surabaya telah bersiaga penuh selama musim kurban. Sebanyak 20 personel tim penyelamatan disiapkan di setiap pergantian shift, baik pagi maupun siang, untuk merespons cepat setiap laporan.

“Tim kami itu kan sudah dibagi per harinya, kurang lebih per shift-nya, shift pagi, siang itu sekitar 20-an personel standby. Jadi kami siap merespons kapan saja,” pungkasnya. (ahm)

Seekor sapi terlepas dan jatuh ke lubang saluran sedalam 60 meter, hingga mengalami cedera parah berupa patah kaki dan leher. Petugas harus mengerahkan alat berat berupa crane untuk evakuasi.

Dari keempat kasus di lokasi Raci, Jambangan, Babatan, dan Sememi, Rokhim mengakui evakuasi di Sememi adalah yang paling sulit untuk dievakuasi dan memakan waktu paling lama.

Meski bobot sapinya hanya sekitar setengah ton, lokasi jatuhnya yang sempit dan sangat dalam menyulitkan gerak petugas.

“Yang lama itu yang tadi dini hari di Sememi, butuh waktu sekitar 2 jam. Soalnya harus pakai unit HDR. Lubangnya dalam dan sempit, jadi sulit aksesnya. Besarnya enggak terlalu besar, paling enggak sampai setengah ton kayaknya, tapi karena faktor kedalaman itulah yang menyulitkan,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026-05-27 at 19.54.28
Petugas rescue DPKP Kota Surabaya saat mengevakuasi sapi yang terperosok di saluran hingga menyebabkan cedera sebelum disembelih. (Foto: istimewa)

Dari 5 ekor sapi, satu di antaranya hanya berlari, sementara 4 lainnya terjatuh ke sungai maupun saluran air. Beruntung, meski membuat warga panik dan heboh, tidak ada korban jiwa maupun warga terluka akibat seruduk atau tendangan. Hanya hewan itu sendiri yang mengalami stres dan cedera fisik.

“Yang satu cuma lari, yang empat tercebur. Tapi syukurnya enggak ada korban. Tidak ada yang kena seruduk atau terluka, cuma sapinya saja yang mengalami stres dan cedera,” tegasnya.

Tingginya frekuensi kejadian, DPKP Surabaya telah bersiaga penuh selama musim kurban. Sebanyak 20 personel tim penyelamatan disiapkan di setiap pergantian shift, baik pagi maupun siang, untuk merespons cepat setiap laporan.

“Tim kami itu kan sudah dibagi per harinya, kurang lebih per shift-nya, shift pagi, siang itu sekitar 20-an personel standby. Jadi kami siap merespons kapan saja,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait