15 April 2026, 1:46 AM WIB

Pemkot Surabaya Serahkan Penjara Koblen ke Polrestabes Usai Direnovasi, Siap untuk Hunian Personel

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Asrama Koblen resmi diserahkan Pemkot Surabaya kepada Polrestabes. Penyerahan hibah ini ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, di rumah dinas Wali Kota, Selasa (14/4).

Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemkot dalam mendukung kinerja kepolisian, khususnya untuk mempercepat respons dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, perbaikan asrama yang berlokasi strategis di kawasan Jalan Koblen ini dilakukan agar personel bisa tinggal lebih dekat dengan pusat kota dan tempat dinas.

Selama ini, banyak anggota yang tinggal di luar kota atau mengontrak di lokasi jauh, sehingga menyulitkan penanganan kondisi darurat secara cepat.

“Pak Kapolres memiliki giat respons cepat (fast response). Supaya masyarakat merasa aman dan nyaman, maka dibutuhkan pengamanan yang cepat pula. Adanya asrama ini, anggota tidak lagi tinggal jauh-jauh. Begitu ada laporan, mereka bisa langsung bergerak,” ujarnya.

IMG-20260414-WA0041
SKETSA: Kehidupan tahanan di Penjara Bubutan, Surabaya yang dilukiskan oleh Subur Theo pada masa kependudukan Jepang. (Foto: istimewa)

Ia menegaskan, status bangunan tetap merupakan aset milik Polrestabes Surabaya. Pemkot hanya melakukan perbaikan agar bangunan yang sudah ada menjadi lebih layak huni.

Selain Asrama Koblen, Eri juga membeberkan rencana perbaikan Polsek Tegalsari yang terdampak musibah, yang saat ini sedang dalam proses lelang.

“Surabaya tidak akan pernah bisa aman dan nyaman jika kepolisian tidak bisa bertindak cepat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kami mendukung penuh langkah Polrestabes karena ini menyangkut pelayanan publik dan rasa aman warga,” imbuhnya.

Eri juga berharap, dengan selesainya renovasi ini, efektivitas kerja kepolisian meningkat dan berdampak pada penurunan angka kriminalitas.

“Semoga asrama ini semakin memberikan semangat bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik dalam hal keamanan dan rasa nyaman kepada warga Kota Surabaya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot.

Ia menilai fasilitas ini menjadi solusi konkret atas kendala jarak hunian personel yang selama ini cukup jauh.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Wali Kota. Asrama Koblen sangat bermanfaat karena kendala kemarin banyak anggota yang kos atau kontrak di tempat jauh. Sekarang, dengan adanya fasilitas ini, sebagian anggota sudah mulai menempatinya,” ujar Luthfie.

Kehadiran personel di lokasi strategis ini diharapkan memangkas waktu respon terhadap laporan masyarakat.

“Kehadiran mereka di tempat tinggal yang strategis ini akan menambah kecepatan kita dalam memberikan pelayanan. Ini penting karena tuntutan warga semakin tinggi, terutama terkait hal-hal yang menjadi atensi Pak Wali Kota seperti masalah parkir dan isu keamanan lainnya,” tambahnya.

Luthfie menegaskan, hibah ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi rasa aman bagi warga. Pihaknya berkomitmen terus mendukung kebijakan Pemkot demi menciptakan Surabaya yang semakin kondusif.

“Kami akan terus mendukung kegiatan pemerintah kota supaya situasi di Surabaya benar-benar nyaman untuk ditinggali. Sinergi ini adalah modal utama kami,” tuturnya.

Sementara itu pada era Belanda menduduki Surabaya, nama penjara Bubutan lebih sering digunakan. Seiring berjalan waktu muncul istilah Penjara Koblen.

Dari data yang ada disebutkan fasilitas di dalam penjara Bubutan tidaklah mewah meski fisik bangunan penjara, yang terlihat dari luar, sangat mewah.

Di dalam bagaikan ndeso. Kakusnya model jumbleng. Yaitu Jamban. Jamban lubang, yang juga dikenal sebagai jumbeleng, adalah jenis jamban yang menampung kotoran manusia langsung ke dalam lubang di tanah. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Asrama Koblen resmi diserahkan Pemkot Surabaya kepada Polrestabes. Penyerahan hibah ini ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, di rumah dinas Wali Kota, Selasa (14/4).

Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemkot dalam mendukung kinerja kepolisian, khususnya untuk mempercepat respons dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, perbaikan asrama yang berlokasi strategis di kawasan Jalan Koblen ini dilakukan agar personel bisa tinggal lebih dekat dengan pusat kota dan tempat dinas.

Selama ini, banyak anggota yang tinggal di luar kota atau mengontrak di lokasi jauh, sehingga menyulitkan penanganan kondisi darurat secara cepat.

“Pak Kapolres memiliki giat respons cepat (fast response). Supaya masyarakat merasa aman dan nyaman, maka dibutuhkan pengamanan yang cepat pula. Adanya asrama ini, anggota tidak lagi tinggal jauh-jauh. Begitu ada laporan, mereka bisa langsung bergerak,” ujarnya.

IMG-20260414-WA0041
SKETSA: Kehidupan tahanan di Penjara Bubutan, Surabaya yang dilukiskan oleh Subur Theo pada masa kependudukan Jepang. (Foto: istimewa)

Ia menegaskan, status bangunan tetap merupakan aset milik Polrestabes Surabaya. Pemkot hanya melakukan perbaikan agar bangunan yang sudah ada menjadi lebih layak huni.

Selain Asrama Koblen, Eri juga membeberkan rencana perbaikan Polsek Tegalsari yang terdampak musibah, yang saat ini sedang dalam proses lelang.

“Surabaya tidak akan pernah bisa aman dan nyaman jika kepolisian tidak bisa bertindak cepat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kami mendukung penuh langkah Polrestabes karena ini menyangkut pelayanan publik dan rasa aman warga,” imbuhnya.

Eri juga berharap, dengan selesainya renovasi ini, efektivitas kerja kepolisian meningkat dan berdampak pada penurunan angka kriminalitas.

“Semoga asrama ini semakin memberikan semangat bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik dalam hal keamanan dan rasa nyaman kepada warga Kota Surabaya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot.

Ia menilai fasilitas ini menjadi solusi konkret atas kendala jarak hunian personel yang selama ini cukup jauh.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Wali Kota. Asrama Koblen sangat bermanfaat karena kendala kemarin banyak anggota yang kos atau kontrak di tempat jauh. Sekarang, dengan adanya fasilitas ini, sebagian anggota sudah mulai menempatinya,” ujar Luthfie.

Kehadiran personel di lokasi strategis ini diharapkan memangkas waktu respon terhadap laporan masyarakat.

“Kehadiran mereka di tempat tinggal yang strategis ini akan menambah kecepatan kita dalam memberikan pelayanan. Ini penting karena tuntutan warga semakin tinggi, terutama terkait hal-hal yang menjadi atensi Pak Wali Kota seperti masalah parkir dan isu keamanan lainnya,” tambahnya.

Luthfie menegaskan, hibah ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi rasa aman bagi warga. Pihaknya berkomitmen terus mendukung kebijakan Pemkot demi menciptakan Surabaya yang semakin kondusif.

“Kami akan terus mendukung kegiatan pemerintah kota supaya situasi di Surabaya benar-benar nyaman untuk ditinggali. Sinergi ini adalah modal utama kami,” tuturnya.

Sementara itu pada era Belanda menduduki Surabaya, nama penjara Bubutan lebih sering digunakan. Seiring berjalan waktu muncul istilah Penjara Koblen.

Dari data yang ada disebutkan fasilitas di dalam penjara Bubutan tidaklah mewah meski fisik bangunan penjara, yang terlihat dari luar, sangat mewah.

Di dalam bagaikan ndeso. Kakusnya model jumbleng. Yaitu Jamban. Jamban lubang, yang juga dikenal sebagai jumbeleng, adalah jenis jamban yang menampung kotoran manusia langsung ke dalam lubang di tanah. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait