Categories: Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Pelayanan Posyandu Diperluas, dari Kesehatan Balita hingga Perlindungan Masyarakat

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara resmi melantik Rini Indriyani sebagai Ketua Umum Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kota Surabaya beserta jajarannya di Lobby Lantai 2 Balai Kota, Senin (8/12).

Pelantikan ini menandai langkah besar dalam peningkatan kualitas layanan publik terpadu di tingkat masyarakat dan menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024.

Eri menegaskan Pos Pelayanan Terpadu ini akan mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) ke dalam kegiatan Posyandu yang selama ini lebih berfokus pada kesehatan balita.

“Jadi sebenarnya sudah ada Posyandu, tapi fokusnya kepada kesehatan balita. Untuk Pos Pelayanan Terpadu ini, lebih mencakup banyak hal mulai dari pendidikan, sosial, ketertiban umum sampai perlindungan masyarakat,” kata Eri.

Ia menjelaskan program ini akan disinergikan dengan Kampung Pancasila yang dipusatkan di Balai RW. “Pos Pelayanan Terpadu ini tidak lain adalah Sekretariat Kampung Pancasila, sehingga Balai RW itu menjadi pusat pergerakan semua program. Kita sudah menjalankan sinergi enam SPM ini melalui Kampung Pancasila,” imbuhnya.

Tim Pos Pelayanan Terpadu akan berpegang pada Satu Data yang terkoneksi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk kebijakan cepat dan tepat sasaran. “Data di Balai RW akan mencakup jumlah siswa SD, SMP, SMA, absen malam yang diisi orang tua, anak balita, status imunisasi, pencegahan stunting, dan gizi buruk,” jelasnya.

Sementara itu, Rini Indriyani memaparkan peran Posyandu Terpadu sesuai dengan enam SPM. Pertama adalah pendidikan untuk PAUD, literasi, edukasi digital; kedua, kesehatan sepanjang siklus hidup; kemudian pekerjaan umum (air bersih, sanitasi, sampah); perumahan rakyat; ketentraman dan perlindungan masyarakat; serta sosial untuk pendataan warga tidak mampu.

Menurutnya, Surabaya sudah melaju lebih cepat karena keenam poin tersebut sudah dijalankan. “Tugas saya adalah mengintegrasikan semua enam SPM ini menjadi satu kesatuan dalam Pos Pelayanan Terpadu dengan konsep yang sekarang,” imbuh istri wali kota Surabaya ini.

Rini juga menyinggung peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dan PKK sebagai kekuatan rakyat, dengan satu kader membina 20 rumah. “Integrasi ini diharapkan dapat memastikan tidak ada lagi warga yang tidak mendapatkan layanan dasar seperti imunisasi, pendidikan, dan perlindungan sosial,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

10 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

22 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

22 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

22 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

23 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

24 hours ago

This website uses cookies.