IMG-20260505-WA0057
METROTODAY, SURABAYA – Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju pengelolaan yang lebih kolaboratif.
Pegiat budaya dari Sanggar Omah Ndhuwur, Probo Darono Yakti, menilai sejauh ini fasilitas yang disediakan Pemkot sudah cukup representatif.
Pemanfaatan ruang seperti Balai Pemuda dan taman kota dinilai berhasil menghidupkan suasana seni di tengah masyarakat.
“Sebenarnya sejauh ini sudah cukup representatif. Pemkot sudah membuka ruang-ruang publik untuk berkebudayaan. Ini sejalan dengan peran pemerintah sebagai enabler, yang menjadikan yang tidak ada menjadi ada, dan membisa-kan yang tidak bisa,” ujar Probo, Selasa (5/5).
Namun, dosen FISIP Universitas Airlangga ini menekankan bahwa penyediaan fasilitas perlu diimbangi dengan tata kelola yang partisipatif.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…
Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…
Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…
Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…
Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…
Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…
This website uses cookies.