IMG-20260505-WA0057
METROTODAY, SURABAYA – Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju pengelolaan yang lebih kolaboratif.
Pegiat budaya dari Sanggar Omah Ndhuwur, Probo Darono Yakti, menilai sejauh ini fasilitas yang disediakan Pemkot sudah cukup representatif.
Pemanfaatan ruang seperti Balai Pemuda dan taman kota dinilai berhasil menghidupkan suasana seni di tengah masyarakat.
“Sebenarnya sejauh ini sudah cukup representatif. Pemkot sudah membuka ruang-ruang publik untuk berkebudayaan. Ini sejalan dengan peran pemerintah sebagai enabler, yang menjadikan yang tidak ada menjadi ada, dan membisa-kan yang tidak bisa,” ujar Probo, Selasa (5/5).
Namun, dosen FISIP Universitas Airlangga ini menekankan bahwa penyediaan fasilitas perlu diimbangi dengan tata kelola yang partisipatif.
Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…
Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…
PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…
Pemkot Surabaya terus mengakselerasi potensi pariwisata dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) 2026.
This website uses cookies.