Wakil Rektor Unair Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh bersama Duta Besar Hungaria, H.E. Lilla Karsay. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali memperkuat jaringannya di kancah internasional. Pada Rabu (4/6) lalu, Unair menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Hungaria di Jakarta untuk membahas potensi kolaborasi pendidikan antar kedua negara.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektorat Lt 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C ini fokus pada program pertukaran mahasiswa dan pengembangan riset.
Wakil Rektor Unair Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh, menjelaskan bahwa Unair memiliki rekam jejak kerja sama yang kuat dengan negara-negara Uni Eropa.
“Unair telah menjalin kerja sama dengan 24 dari 27 negara Uni Eropa, sebagian besar melalui program International Student Mobility Awards (IISMA),” ungkapnya.
Meski demikian, Prof. Bambang juga menyampaikan bahwa program IISMA telah berakhir karena perubahan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi, Prof. Dr. Muhammad Miftahussurur, menyoroti komitmen Unair dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, termasuk penggunaan e-learning.
“Digitalisasi menjadi kunci pengembangan program unggulan kami, terutama sejak pandemi Covid-19,” jelasnya.
Direktur Deputi Airlangga Global Engagement (AGE), Dina Septiani PhD, dan Koordinator International Corners AGE, Ahmad Safril Mubah PhD, turut memperkenalkan program unggulan Unair.
Mereka menawarkan program AMERTA, sebuah program pertukaran mahasiswa internasional yang memungkinkan mahasiswa asing belajar di Unair selama satu semester.
“Program ini menawarkan mata kuliah dengan perspektif unik Indonesia, mencakup sosial budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu kesehatan,” kata Safril.
Ini menjadi daya tarik bagi mahasiswa Hungaria yang tertarik mendalami kekayaan Indonesia.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh Duta Besar Hungaria, H.E. Lilla Karsay. Pihaknya menyambut positif potensi kolaborasi tersebut dan sangat terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama pendidikan.
“Kami sangat terbuka untuk kerja sama, termasuk program double degree, triple degree, dan PhD,” ujar Dubes Karsay.
Ia menambahkan bahwa Hungaria juga menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa internasional. Selain itu, Dubes Karsay juga berharap adanya guest lecture dari dosen-dosen Unair di universitas-universaria di Hungaria, yang akan memperkaya perspektif akademik kedua negara.
Dubes Karsay juga menyampaikan bahwa mahasiswa terbaik Hungaria telah aktif berkolaborasi dengan Indonesia, terutama di bidang riset dan pengembangan, termasuk di bidang edukasi dan nuklir.
“Kami juga telah menandatangani MoU dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di bidang nuklir,” tegasnya.
Kunjungan ini menandai langkah awal yang menjanjikan bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas dan mendalam antara Unair dan institusi pendidikan di Hungaria, membuka pintu bagi lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi kedua belah pihak. (amh)
Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…
Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…
Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…
PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…
This website uses cookies.