Categories: Bisnis

Lamongan Disiapkan Jadi Sentra Industri Pakan Ternak Terbesar se-Asia Tenggara, Dukung Swasembada Pangan Nasional

METROTODAY, LAMONGAN – Kabupaten Lamongan diplot menjadi lokasi industri pengolahan pakan ternak terbesar se-Asia Tenggara. Rencana ambisius ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menjelaskan bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan, tidak hanya diperlukan perluasan tanam, tetapi juga hilirisasi industri.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, “Lamongan dipilih sebagai lokasi industri pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.”

Pernyataan ini disampaikan saat ia mendampingi Presiden RI dalam panen raya jagung serentak kuartal II secara daring dari Kalimantan Barat pada Kamis (5/6).

Pembangunan industri pakan ternak di Lamongan ini akan menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas hilirisasi hasil pertanian, khususnya komoditas jagung. Mengingat, panen jagung pada kuartal I dan II tahun ini mengalami surplus.

“Penampungan hasil produksi pertanian sangat dibutuhkan sebagai penguatan sektor hilir pengolahan hasil panen,” ujarnya, menekankan pentingnya fasilitas pengolahan untuk menyerap hasil panen petani.

Menanggapi hal ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan kesiapan penuh daerahnya untuk mendukung pembangunan industri pakan ternak ini. Rencananya, industri tersebut akan dibangun di kawasan Jakamitra, Kecamatan Paciran.

“Ini peluang besar bagi Lamongan. Kami siap dari sisi regulasi dan infrastruktur. Dampaknya akan langsung dirasakan petani jagung dan sektor ekonomi lokal,” kata Yuhronur usai mengikuti panen jagung serentak secara daring.

Yuhronur memaparkan, industri ini direncanakan mulai dibangun pada 2026 dengan kapasitas penampungan mencapai 92 ribu ton dan kapasitas pengeringan 1.733 ton per hari.

Selain itu, Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto menambahkan bahwa Lamongan juga ditunjuk sebagai pilot project sekolah tangguh ketahanan pangan rakyat (Sentra).

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Polda Jatim dan Universitas Negeri Surabaya, yang bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor pertanian dan pangan.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan panen raya jagung kuartal II di lahan 0,3 hektare Mapolsek Tikung, dengan hasil panen mencapai provitas 1,5 ton. Sementara itu, untuk panen kuartal III dijadwalkan akan berlangsung di Kecamatan Solokuro.

Dengan semua persiapan dan dukungan ini, Lamongan diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di tingkat nasional, bahkan di Asia Tenggara. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

6 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

17 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

17 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

18 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

19 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

19 hours ago

This website uses cookies.