Para pengguna media sosial harus ingat tentang pentingnya jejak digital. Semua unggahan di internet bisa disimpan, di-screenshot dan muncul kembali kapan saja. ”Internet tidak pernah lupa. Jadi pikirkan baik-baik sebelum posting sesuatu,” ujarnya.
Workshop juga membahas perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Siswa dikenalkan bagaimana AI bisa membantu proses belajar. Namun, teknologi itu juga bisa disalahgunakan. Misalnya, untuk membuat video palsu atau deepfake.
Di akhir sesi, para siswa diajak menerapkan prinsip THINK sebelum mengunggah sesuatu di media sosial. Mereka diminta bertanya pada diri sendiri apakah informasi itu benar, bermanfaat, penting, dan tidak menyakiti orang lain.
Workshop selama hampir dua jam itu berlangsung interaktif. Siswa aktif bertanya dan berdiskusi tentang media sosial yang mereka gunakan setiap hari. (red/MT)
Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…
Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…
Fardhan Aruna Syafzani Wibowo, 13 tahun, jemaah haji termuda dari Bali, tiba di Asrama Haji…
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerima kunjungan pengawasan dari tim Ombudsman Jawa Timur terkait pelaksanaan…
S, 50 tahun, warga Kalianak Timur Gang Rachmat, Surabaya. Ia menjadi korban pencurian kendaraan bermotor…
Pemkab Sidoarjo mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui program betonisasi sejumlah ruas strategis pada 2026. Langkah…
This website uses cookies.