Para pengguna media sosial harus ingat tentang pentingnya jejak digital. Semua unggahan di internet bisa disimpan, di-screenshot dan muncul kembali kapan saja. ”Internet tidak pernah lupa. Jadi pikirkan baik-baik sebelum posting sesuatu,” ujarnya.
Workshop juga membahas perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Siswa dikenalkan bagaimana AI bisa membantu proses belajar. Namun, teknologi itu juga bisa disalahgunakan. Misalnya, untuk membuat video palsu atau deepfake.
Di akhir sesi, para siswa diajak menerapkan prinsip THINK sebelum mengunggah sesuatu di media sosial. Mereka diminta bertanya pada diri sendiri apakah informasi itu benar, bermanfaat, penting, dan tidak menyakiti orang lain.
Workshop selama hampir dua jam itu berlangsung interaktif. Siswa aktif bertanya dan berdiskusi tentang media sosial yang mereka gunakan setiap hari. (red/MT)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Surabaya,…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dijadwalkan akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji…
Karya desainer asal Surabaya, Veni Rosita, sukses mencuri perhatian di ajang Indonesia Fashion and Cultural…
Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam…
Mendirikan perusahaan pers dalam berbagai platform, termasuk media siber, merupakan hak asasi manusia yang lindungi…
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif bersama istri berangkat melaksanakan ibadah haji tahun 2026. Keduanya tergabung…
This website uses cookies.