Para pengguna media sosial harus ingat tentang pentingnya jejak digital. Semua unggahan di internet bisa disimpan, di-screenshot dan muncul kembali kapan saja. ”Internet tidak pernah lupa. Jadi pikirkan baik-baik sebelum posting sesuatu,” ujarnya.
Workshop juga membahas perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Siswa dikenalkan bagaimana AI bisa membantu proses belajar. Namun, teknologi itu juga bisa disalahgunakan. Misalnya, untuk membuat video palsu atau deepfake.
Di akhir sesi, para siswa diajak menerapkan prinsip THINK sebelum mengunggah sesuatu di media sosial. Mereka diminta bertanya pada diri sendiri apakah informasi itu benar, bermanfaat, penting, dan tidak menyakiti orang lain.
Workshop selama hampir dua jam itu berlangsung interaktif. Siswa aktif bertanya dan berdiskusi tentang media sosial yang mereka gunakan setiap hari. (red/MT)
Ketidaktepatan pemutakhiran data status desil kemiskinan dinilai merugikan warga yang benar-benar membutuhkan dukungan. Banyak keluarga kurang…
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, Ph.D., menyampaikan pesan mendalam…
Jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya untuk masa bakti…
Semangat tak mengenal usia dan kecintaan mendalam pada alam berakhir duka bagi Maliya Finda, 51.…
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Giliyang, Sumenep, Madura, Minggu (2/8) pagi masih…
Keselamatan warga di tengah maraknya proyek pengerjaan saluran air kembali menjadi sorotan tajam. Setelah insiden…
This website uses cookies.