Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menunjukkan barang bukti praktik perjokian UNBT yang melibatkan 14 orang tersangka. (Foto: Humas Polri)
METROTODAY, SURABAYA – Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat kelas kakap praktik perjokian dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang telah beroperasi selama hampir satu dekade.
Tak main-main, jaringan ini memasang tarif fantastis hingga Rp 700 juta bagi calon mahasiswa yang menginginkan jalan pintas masuk ke kampus negeri impian.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, dalam pengungkapan ini, pihaknya mengamankan 14 orang tersangka.
Yang mengejutkan, tiga di antaranya merupakan dokter aktif yang bertugas di luar kota Surabaya.
“Ada 14 tersangka yang kami amankan. Tiga di antaranya adalah dokter aktif berinisial BPH (29), DP (46), dan MI (31). Mereka menjalankan praktik medis di Sumenep, Sidoarjo, dan Pacitan,” kata Luthfie saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5).
Luthfie mengungkapkan, skandal ini mulai terendus pada pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 21 April 2026 lalu.
Awalnya, pengawas di Gedung Rektorat Lantai IV mulai menaruh curiga pada seorang peserta berinisial HER.
Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FORDA LKSA) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan 1.000 Yatim Camp…
Sebanyak 105 anak mengikuti kegiatan bakti sosial Khitan Bahagia yang digelar di Kantor Desa Sedenganmijen,…
BRI menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan dan mempermudah aksesibilitas bagi para nasabah. Buka kantor…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Bersama BPJS Ketenagakerjaan, diluncurkan Gerakan Sadar…
Sepak bola punya cara paling kejam untuk meruntuhkan kesombongan sebuah tim. Datang dengan status mentereng…
Absennya Neymar Junior dalam dua laga awal Brasil di Piala Dunia 2026 memunculkan tanda tanya…
This website uses cookies.